nhk

MotoGP Assen 2016 (Jelang): Sasis M1 Rossi Vs Lengan Ayun Marquez

 

ManiakMotor Sasis…! Kedengarannya hanya mendesis, eh rangka, bukan penghasil tenaga. Tulang-tulang yang kata para penulis bertugas menggedong mesin. Bingkai yang yang setelah diberi suspensi menjadi kesatuan motor. Kompaknya sasis dan mesin pun dilacak agar mau nurut dan pengendara nyaman.   

Pada faktanya hanya sasis yang bisa dimainkan para tim MotoGP 2016. Ruang untuk pengembangan mesin telah ditutup lewat segel. Di test privat dan resmi seperti di Catalunya 6 – 7 Juni  lalu,  serantak bicara sasis. “Memang saat ini kami hanya menanggulangi akselerasi dari sisi lain. Di tes Catalunya paketnya pada knalpot dan lengan ayun,” sebut Marc Marquez dan khusus Dani Pedrosa di Repsol Honda Team merasa belum puas pada lengan ayun di tes resmi tersebut.

Lengan ayun sebagai penghubung antara pusat rangka, roda dan sokbreker belakang. Lengan ayun ini, ya rangka juga sih. Malah lebih dari rangka fungsinya, maka jadi penentu ‘rasa’, contoh terhadap  sumbu roda. Kalau balap sekelas MotoGP telah menghitung bentuk konstruksi dan tebal-tipis-nya material swingarm. Bukan hanya lengan ayun, bodi mesin juga bagian dari rangka itu sendiri. Makanya dihitung lewat elmu geometri dengan posisi (sudut) mesin dan aliran tenaga yang didistribusikan. Soal hitung menghitung, urusan merekalah. Apalagi di MotoGP semuanya ditutup, kecuali derajat sudut kemudi (rake) yang mereka sebut multi-adjustable steering geometry.

Dari situ karakter dibangun. Honda sekarang apalagi dua tahun lalu, lincah kalee di gigi rendah yang ampuh pada tikungan yang berdekatan. Honda tahun ini mengaku karakter rangka minim dukungan mesin akibat lemahnya akselerasi, itu kata mereka loh. Boleh dikata, sasis lincah, kurang tonjokan tenaga, sehingga Marquez menguras skillnya dan masih mampu memimpin klasemen sampai ronde 7 MotoGP 2016. 

Yamaha dengan rangkanya tetap napak dan ‘diam’ dalam kecepatan tinggi saat belok. Sasisnya bisa membuat tenaga mesin efisien terhadap grip seperti diakui para lawan. Tahun ini keunggulan itu menonjol dengan ban Michelin. “Di tes privat kami menguji sasis baru. Digunakan atau tidak selanjutnya termasuk di Assen nanti, tes yang akan menentukan,” kata Valentino Rossi tak sebut-sebut macam mana sasis baru tersebut di test pribadi Catalunya yang sebenarnya satu paket dengan lengan ayun.   

Bicaranya memang hanya kinerja sasis. Tapi bila, enak dia ajak pada sudut belok, presisi para jalur dan nyaman, ujung-ujungnya akan menambah kecepatan. Janganlah heran Suzuki yang baru ngetes sasis di Valencia, seminggu kemudian kembali berkutat dengan rangka di Catalunya. Apalagi di Assen yang masih golongan sirkuit cepat, ya sasis juga. Tikungan lambat juga sasis. Kalau nggak ada sasis nggak jadi motor. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2016 Jelang Assen: Aleix Esparagro, Pahlawan Suzuki Yang ‘Terbuang’

MotoGP 2016 Jelang Assen: Pindah ke Ducati, Kasta Rossi Memang Lebih Tinggi Dari Lorenzo

MotoGP 2016 Jelang Assen: Dua Sasis Beda di Kubu Suzuki

MotoGP 2016 Jelang Assen: Tes Privat Rossi dan Lorenzo Di Catalunya, Geometri Sasis Rahasia

MotoGP 2016 Jelang Assen: Lorenzo Silakan Pergi ke Ducati, Tim Teknisnya Tetap di Yamaha       

BAGIKAN