nhk

MotoGP Austria 2016 Jelang: Beban Rossi Jadi Enteng Ketinggalan Di Klasemen, Mengejar-Dikejar

 

ManiakMotor – Dikejar dan mengejar  dalam balapan punya beban sendiri-sendiri. Termasuk situasi yang sama di klasemen MotoGP paruh musaim ini. Beban pada Marc Marquez yang sedang memimpin klasemen, tetap  ada. Walau tidak bobot lebih ringan sebelum Jerman, apalagi di Assen, karena tipis di klasemen. Dia hanya unggul sikit dari Valentino Rossi  dan kalah kecil dari Jorge Lorenzo. Hal yang sama juga dialami dua joki Yamaha.

Usai Belanda Marquez bisa bernafas, karena sudah unggul dari dua lawannya. Makin lega usai Sachsenring, selega poin dia memimpin serial. Unggul 48 angka point dari JL dan 59 angka dari Rossi. Toh tetap saja masih ada beban. Coba dengar perkataan Marquez saat dia bicara dirinya sendiri dan lawan-lawannya 2016. “Sepanjang masih ada celah mengejar dari lawan, mereka (Rossi dan Lorenzo) tetap sebagai ancaman,” kata Marquez yang tentu lebih tenang menjaga pointnya dengan keunggulan terkini.

Beban kejar-kejaran tipis memang lebih mendebarkan buat pelaku, tim dan penonton. Mental bisa saja digoyang-goyang. Bahkan sekaliber Rossi yang jam terbangnya paling banyak di jajaran joki para raja. Hal itu bisa dilihat pada penampilannya sejak dari Amerika  lalu. Maklum dalam paruh musim kemarin, Rossi nggak pernah memimpin klasemen, macam tahun lalu. Makanya seperti gregetan, hiiih… Hasilnya kamu tahu sendiri deh.

Wajar itu buat Vale bukan pale lu, di atas kertas dirinya dan M1 sangat menjanjikan. Itu dibanding tahun lalu, juga. Dengan motor sekarang melawan saat kualifikasi dan race, harusnya klasemen itu boleh kejar. Mungkin karena itu dia lepas kontrol. “Di luar Mugello, tiga kali saya melakukan kesalahan elementer. Sangat disayangkan. Kini di klasemen tetap ada kesempatan, walau sulit,” kata Rossi usai balapan di Jerman, walau kalimat yang sama dia lontarkan saat sial di Belanda. Tadinya sebelum Jerman sulit, kini makin sulit.

Di Jerman sebagai penutup paruh musim, situasi mengejar makin menjadi pada Rossi, bisa saja berubah jadi beban. Sebab di Belanda yang harusnya dari data mendulang poin penuh, eh malah dapat nol besar. Apalagi di Jerman saat tiba kondisi tidak normal balapannya. Rossi kian ‘salah bertindak’, lantaran terbebani mengejar klasemen tadi. Makanya dia sebut, balapan yang enak  itu hujan ya hujan terus saat balapan. Bukan basah kering dan ditentukan oleh ‘judi’ saat masuk pit dan penggunaan ban. 

Saat ini Rossi sudah teringgal dua event lebih. Marquez dua kali nggak muncul di  sirkuit saja dan Rossi juara, anak Spanyol itu masih unggul 9 angka. Itu bukan tipis lagi, tapi tebal. “Keadaan saat ini sangat berat. Harus kerja keras dan berharap ada keberuntungan,” timpal Lin Jarvis, bos Movistar Yamaha, tempat Lorenzo dan Rossi membalap. 

Bukannya mengajari burung terbang seperti seorang Rossi. Dia sudah tahu langkah-langkah 9 seri mendatang dan dimulai dari Austria, sirkuit yang baru. Sekali lagi, bukan mengajari The Doctor yang sudah doctor, harusnya bebanya jadi  ringan, karena selisih di klasemen jadi banyak. Berhasil mengejar syukur, nggak pun nggak masalah. Dengan begitu tekanan berkurangi, tampil setiap seri pun bisa bermain lepas. Ito 

BACA JUGA

MotoGP 2016 Jelang Austria: Maraquez Gosipin Pedrosa, Soal Anak Tiri Honda

MotoGP Austria 2016 Jelang: Marquez Gosipin Rossi, Tunggu Total Battle Lagi

MotoGP Austria 2016 Jelang : Lorenzo Masih Dihantui Rasa Takut dan Cemas, Ada Obat Pemusnahnya

MotoGP Austria 2016 Jelang : Lorenzo Keluhkan Motor dan Support Tim

MotoGP Austria 2016 Jelang: Marquez Omongin Diri Sendiri, Merasa Makin Pintar

BAGIKAN