nhk

MotoGP Austria 2016 Jelang : Lorenzo Keluhkan Motor dan Support Tim

 

ManiakMotor – Libur satu bulan ini, Jorge Lorenzo berharap bisa memulihkan mental dan kepercayaan dirinya yang sudah ‘hancur’. Ia tak ingin cabut dari Yamaha meninggalkan  ‘tinta hitam’ alias kesan jelek. Harapan, ya tinggal harapan JL. Persoalannya sekarang, kalo pun ia bisa memulihkan kondisinya, apakah mampu bersaing dengan Marc Marquez?

Nggak usah target menggeser pimpinan klasemen sementara dari pembalap Honda itu dulu, deh. Karena, setelah menyelesaikan 9 seri pertama, JL tertinggal 48 angka atas Marc Marquez yang mengantongi 170 angka. Berat rasanya, Lorenzo bisa mengimbangi kecepatan Honda RC213V yang di trek cepat begitu kencang.

Apalagi menghadapi balapan seri 10 di sirkuit Spielberg, Austria yang kini bernama Red Bull Ring, pada 13-14 Agustus mendatang. Lomba masih beberapa minggu, tapi Lorenzo sudah mengeluhkan motornya. Terutama dari hasil tes privat dua hari, posisi juara dunia 3 kali (2010,2012, dan 2015) ini sempat terpuruk ke bawah. Kendati di hari penutupan bisa lebih baik dengan di urutan keenam di belakang rekannya Valentino Rossi kelima.

Kondisi ini jelas mempengaruhi proses pemulihan mental dan kepercayaan diri. Terlebih ia sempatn hampir mau jatuh di salah satu tikungan ketika memakai ban kompon keras. “Kejadian itu membuat aku akan hati-hati saat balapan,” sebutnya.

Masih ada dua faktor lain yang membuat mental JL sulit bangkit seketika selain soal motor. Pertama, prediksinya yang keliru soal ban Michelin di awal musim. Dikira ban asal Perancis berkarakter lunak, ternyata lebih keras dan cepat aus dari pemasok sebelumnya. “Semua jadi rumit dalam kondisi khusus, hujan, dingin….,” keluhnya.

Terakhir, ia seperti merasakan dukungan dari tim tidak seperti tahun lalu dan sebelum-sebelumnya. Boleh jadi, ini berkaitan akan hengkangnya ia ke Ducati, sehingga konsentrasi dipusatkan pada Rossi. Memang, JL tentu tak akan terang-terangan menyebut ke media akan berkurangnya support tim terhadap dirinya.

Indikasinya bisa kita lihat dari grafik penampilan JL di dua balapan terakhir. Ketika di Assen (Belanda) dirinya sempat mau berhenti lantaran performa motor kurang bagus. Sementara rekan setimnya bertarung di garis terdepan. Ketika balapan di start ulang, ganti motor memang lebih cepat tapi tidak naik podium. Fatalnya, ya di Sachsenring. Dirinya sampai terjatuh tiga kali dan tidak ikut latihan bebas ketiga dan keempat tapi langsung ke babak kualifikasi 1.

Di MotoGP Austria pun, ia sudah mengeluh. Sebagai pembalap profesional, ia tetap bekerja sebaik mungkin. “Masih ada kesempatan untuk bekerja memperbaiki sana-sini dan meningkatkan setelan. Kami sudah mencoba menaikkan kecepatan, tapi masih jauh,” tutup Lorenzo. Rezki 

BACA JUGA 

MotoGP Austria 2016 Jelang : Lorenzo Mantab Bela Ducati 2017 Karena Ini 

MotoGP 2016 Paruh Musim: Rossi ‘Kelihatan’ Dirongrong Usia, Mulai Lelah Di Balapan Krodit 

MotoGP Austria 2016 (Tes) : Ducati Siap Bila Stoner Mau Balap di Austria, Lorenzo Terkesan 

MotoGP 2016 : Rossi Keluhkan Tikungan 7 dan Terakhir Sangat Berbahaya, Performa Yamaha Meningkat

BAGIKAN