nhk

MotoGP Austria 2016 Jelang: M1 Sih Oke, Rossi Hanya Butuh Keberuntungan

ManiakMotor – Defisit 59 poin tak membuat Valentino Rossi ogah-ogahan memasuki paroh kedua kompetisi 2016 dalam 9 seri sisa. Secara teknis, ia sama sekali tak meragukan kemampuan M1-nya. Itu motor lincah dari segi bodi dan mesin. Non teknis, itu masalah lain.

The Doctor salah satu rider papan atas yang pesimistis dengan peralihan suplair ban dari Bridgestone ke Michelin, juga pemberlakuan ECU standar. “Ternyata kekhawatiran saya tak sebesar di awal musim. Sedikit demi sedikit performa M1 sudah mendekati kemampuan motor musim 2015. Dengan Michelin sudah mulai dapatkan sinerji seperti sebelumnya dengan Bridgestone, tinggal perangkat elektronik yang ditingkatkan untuk menyongsong sisa balapan,” ucap pembalap paling tua di grid MotoGP 2016 itu.

Menengok hasil 9 balapan awal, Rossi yakin permasalahan tidak terletak pada persoalan teknis, karena M1-nya kompetitif. Yang jadi masalah adalah dirinya sendiri karena melakukan kesalahan teknis seperti di Assen dan Sachsenring. Juga karena nasib sial macam di Austin dan Mugello. Tiga kali DNF, itulah yang membuatnya keteteran di klasemen sementara.

“Mengejar 59 poin pastilah hal sulit dalam 9 laga sisa. Tapi, jika ada keberuntungan, itu bukan mustahil terjadi. Jika situasi balapan normal, yakin mampu bersaing dalam sisa balapan ini, karena motor meyakinkan. Kami tetap harus kerja keras menyiapkan setingan terbaik dan berjuang sepanjang balapan, selebihnya kembali pada keberuntungan,” ujar Rossi yang tidak sebut salah satu keberuntungan itu adalah jika lawannya di klasemen macam Marc Marquez dan Jorge Lorenzo terkendala saat balapan.

Masuk GP Austria, jauh hari The Doctor sudah bilang, karakter motornya yang doyan tikungan cepat kurang cocok dengan Red Bull Ring. Itu terbukti saat tes resmi lalu bersama Ducati dan beberapa tim medioker.   “Kami harus tingkatkan top speed. Itu kelebihan Ducati yang sangat layak diperhitungkan saat balapan nanti. Jika area itu bisa kami kembangkan, sepertinya terbuka peluang tarung ke podium,” katanya.

Namun, fokus Rossi bukanlah pada joki-joki Ducati. Yang ia pikirkan adalah Marc Marquez yang menjadi pembalap yang wajib diburu dalam klasemen. Itu menjadi penantian sekaligus tantangan menarik buat seorang The Doctor. “Honda tak ikut dalam tes lalu. Sangat menarik menunggu apakah mereka akan lebih cepat dari kami atau tidak,” imbuh Rossi yang dalam kalimatnya masih terdapat semangat menantang.

Beda dengan rekan setimnya yang belum apa-apa sudah bilang bakal sangat sulit dan sangat berbahaya tampil di GP Austria. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2016 Jelang Austria: Depak Rossi dan Lorenzo, Itu Yang Dipentingkan Marquez

MotoGP Austria 2016 Jelang: Menguji Pertahanan Marquez siap Di Red Bull Ring

MotoGP 2016: Barbera Diajak Rossi Ke Motoranch 46, Langsung Puji Yamaha Di Austria

MotoGP Austria 2016 Jelang: Rossi Kudu Perbaiki Motor Keduanya, Bikin Gagal Mulu

MotoGP Austria 2016 Jelang: The Waterfall, Chamber Tikungannya Negatif..!

 

 

BAGIKAN