nhk

MotoGP Austria 2016 Jelang: Marquez Omongin Diri Sendiri, Merasa Makin Pintar

ManiakMotor – Bukan pembalap tercepat tahun ini, tapi Marc Marquez kini menatap gelar 2016 dengan keunggulan poin signifikan. Bisa begitu karena ia kini balapan pakai isi kepala, bukan pakai isi hati. Beda dengan tabiatnya yang selama ini dikenal bengal di lintasan, super agresif, dan ngotot mencari kemenangan yang kalau perlu sikut kanan dan kiri dimainkan.

Kini ia bermain lebih ‘gemulai’ dan luwes di lintasan. Tidak memaksakan diri dan lebih sering sabar. Menyerang jika memang menguntungkan. Kalau tak ada, cukup finish podium tak apalah. Takut? “Bukan begitu. Bukan pula berhati-hati seperti penilaian sementara pihak. Dalam beberapa kesempatan saya masih fight dan siap ambil risiko karena situasinya demikian. Saya banyak belajar dan sekarang lebih pintar mengelola balapan, juga tampil konsisten,” ucap MM menyebut faktor yang membuatnya unggul sementara.

Secara teknis, MM akui RC213V-nya tidak segarang versi lawasnya. Konfigurasi mesin yang berubah tak sesuai dengan harapannya di lapangan karena lemah akselerasi dan kalah pada kecepatan maksimal. Itu ditambah ECU standar Dorna yang bukannya salah dikawinkan dengan RC213V, tapi keliru, wah sama.

“Di awal musim kinerja elektronik hanya 30% dibandingkan piranti tahun lalu. Sekarang pun belum oke, masih sekitar 80% dari diharapan. Sangat  beresiko dipaksakan menguber kemenangan. Sekarang saya tak ikuti kata hati untuk pol-polan dan semata cari kepuasan bathin seperti sebelumnya. Lebih banyak ikuti isi kepala, dan itu sebenarnya sangat sulit dilakukan karena bertentangan dengan isi hati. Tahun ini baru sekali saya rasakan nikmatnya bertarung pol-polan, saat melawan Jorge di Montmelo. Saat itu saya pun akhirnya neyerah dan memilih finish kedua demi hindari kemungkinan celaka,” ceritanya.

Intinya, MM meyakini pola pikirnya yang kini mengutamakan poin ketimbang nafsu menang. Tak lagi paksakan menang dengan risiko klontang, yang penting konsisten podium. “Konsisten, pintar membaca situasi dan sabar. Itu yang bikin unggul poin saat ini, bukan karena saya tercepat,” tambah MM yang dalam 9 partai awal hanya sekali (GP Prancis) finish di luar podium.

Dengan cara itu pula ia akan melakoni 9 seri ke depan. Itu sembari bertahap  mengembangkan aspek teknis RC213V untuk musim 2017. Asalkan konsisten podium, sangat besar kemungkinan jurdun 2016 akan jadi miliknya. “Sebab, pada akhirnya yang dihitung adalah poin, bukan yang lainnya.”

Percaya. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2016 Jelang Austria: Bos Yamaha Gundah, Berat Buat Rossi dan Lorenzo Kejar Point

MotoGP Austria 2016 Jelang : Lorenzo Mantab Bela Ducati 2017 Karena Ini

MotoGP 2016 Jelang Austria: Lorenzo Pusing Cari Cara Kejar Point Marquez

MotoGP Austria 2016 Jelang : Stefan Bradl Tinggalkan MotoGP, Tahun Depan Pacu Honda

MotoGP Austria 2016 Jelang: KTM Nggak Jadi Wild Card Di Negara Sendiri, Ikut Di Valencia

BAGIKAN