nhk

MotoGP Austria 2019: Rossi Tuntut Progress M1 Pada Takahiro Sumi, Berjuang Di FP3 Ke Q2

ManiakMotor – Kembali Valentino Rossi harus berjuang di FP3 di sirkuit Spielberg, Austria pada Sabtu 10 Agustus 2019. Syukur-syukur FP3 ini kering. Kalau tidak, nggak ada lagi perjuangan. Sebab, posisinya di hari pertama hanya ke-11 alias belum langsung ke Q2. Rossi juga menjawab presentasi Yamaha Racing terutama pemimpin proyek M1 yang baru Takahiro Sumi saat berpresentasi di GP Austria pada Kamis yang katanya berkembang.

Tapi Rossi cerita sesi latihan dulu di hari pertama di GP Austria. Inginnya sih dia masuk 10 besar. Tetapi dia kehilangan kesempatan akibat lalu lintas sirkuit. Tapi dia percaya, ramalam cuaca sekitat Spielberg pada Sabtu ini cerah. “Maka bertarung di FP3 untuk 10 besar. Kecepatan balap cukup bagus, lebih baik dari tahun lalu. Bahkan konsisten dengan ban bekas. Itu didapat dengan perbaikan mapping elektronik saat berakselerasi,” papar Rossi yang otomatis mengakui ada perkembangan M1 2019.

Dari hasil FP1 dan FP2 bersama siatuasi GP Austria, Rossi menjawab omongan Takahiro. Dia mengakui ada kemajuan M1. Dia contohkan, di FP1 kondisinya sangat baik, suhu sesuai preferensi, dia bisa kelima. Sore atau FP2 lebih panas, membuatnya sedikit lebih sulit. Dia Austria putaran mesin tinggi semua pada semua sudut dan di saat sama dintutut akselerasi. Jadi ban belakang sangat tertekan.

Di sinilah kritik Rossi pada presentasi Yamaha. Dia mencontohkan langsung di GP Austria. Dia ogah memberi sampel yang sudah jauh di belakang sana. “Persoalan Yamaha ini adalah, M1 sangat sensitif grip bannya pada perubahan cuaca. Makin panas makin sulit. Sementara yang lain biasa aja tuh,” papar Rossi yang menuntut janji Takahiro memperbaiki keadaan tersebut jangan lama-lama mengingat dia sudah nggak punya waktu di umur 40 tahun.

Itu langsung diakui Takahiro. Keadaan tersebut sangat dimulai saat pergantian regulasi elektronik pada 2016, “M1 sangat peka terhadap cengkeraman. Lebih menderita dari pada pesaing. Ini masalah sejarah panjang. Cengkeraman belakang ini butuh penanganan bersama akselerasi yang berhubungan dengan elektronik. Coba cari solusi dengan pengaturan dan beberapa karakteristik mesin. Semuanya sangat terhubung di area ini. Saya sulit memperbaiki bila hanya per bagian, padahal ada 20 bagian yang harus diatasi di situ,” jawab Takahiro, ya jawabnya pada keluhan Rossi.

Oke deh, ditunggu, ya Rossi yang nunggu, bukan penulis. Miolo

BACA JUGA

Hasil MotoGP Austria 9 – 11 Agustus 2019 Moto2 Dan Moto3

MotoGP Austria 2019: Honda Jawab Omongan Miller, Rumor Lorenzo Ke Pramac Ducati

FP2 MotoGP Austria 2019: Marquez Tercepat, Dovizioso Jatuh, Dan Rossi Out Q2

BAGIKAN