nhk

MotoGP Belanda 2016 Jelang: Sirkuit Assen Yang Goyang Terus, Karakter Rossi Menantang Marquez

 

ManiakMotor –  Sirkuit Assen di Belanda, tadinya sirkuit sempit, tapi berkarakter cepat. Cepatnya pun memaksa motor bermanuver terus dalam kecepatan tinggi. Setelah direnovasi 2012 lebih lebar, karakternya tetap tak hilang. Melacak data sirkuit cepat pada speed rata-rata. Di Assen di atas 174 km/jam atau setara Mugello dan Catalunya. Padahal trek lurusnya hanya 487 meter. Berarti setiap tikungannya laju bro.

Sebut Assen, pembalap MotoGP akan sebut sirkuit ini banyak perubahan arah selagi on throttle. Assen berkelok-kelok,  berliku-liku dan bergoyang-goyang tak pernah putus. Sirkuitnya lebih pendek dari Catalunya dan Mugello, tapi ada 18 tikungan di sana, silakan lihat data sirkuit terpampang di tulisan ini. “Saya sangat suka dengan lay out sirkuit ini,” kata Valentino Rossi. “Saya juga, walau harus bekerja keras nantinya,” timpal Marc Marquez pada sirkuit yang akan digunakan untuk ronde 8 MotoGP 2016 dan race-nya 26 Juni 2016.

Sebelum direhab Rossi memang sudah empat kali menang di sana. Ditambah dengan masa kini atau pasca renovasi, Rossi sudah dua kali menang. Yakni pada 2013 di saat dia menggunakan M1 yang belum sepenuhnya kepegang. Maksudnya usai dia balik dari Ducati. Juga tahun lalu yang motornya mulai bisa dijinakan. Tahun ini kelihatannya punya akselerasi yang mantap dan antep menikung.

Assen pasca dibenahi ada tiga pembalap yang juara. Yaitu Casey Stoner 2012, Rossi sendiri dua kali dan Marquez 2014. Rentang yang bukan rantang, era MotoGP, Stoner dan Rossi yang bisa juara berturut di Assen. Stoner 2011 – 2012 dan Rossi pada 2004 dan 2005. Tinggal lihat tahun ini, apakah Rossi dengan motornya yang prima mengulanginya. Tentu mendapat tantangan dari Marquez yang suka melipat motornya pada model tikungan Assen. Tentu Marquez juga belum lupa pada tikungan terakhir Assen tahun lalu yang juga kontroversi, lantaran Rossi seperti memotong jalur.  

Pendeknya, Assen punya tingkat kesulitan yang banyak pada perubahan arah yang otomatis penentuan distribusi bobot motor saat melaju kencang. Jenis tikungannya saling balas (chicane). Di beberapa bagian seperti disebut di atas tadi,  ‘mendadak’ belok arah. Pokoknya seperti menonton tarian yang alat peraganya motor. Hebatnya, tarian itu bisa dilihat dari semua arah karena tata letak penonton yang asyik di Assen.

Assen bagian dari sirkuit  legend di dunia. Sebelumnya peserta datang lebih dulu ke negara yang 350 tahun menginjak-injak martabat orang Indonesia itu. Tapi ingat, tahun ini race-day di Assen bukan lagi Sabtu, tapi Minggu. Berarti orang Belanda sudah melonggarkan soal ibadah ke gereja yang persis di depan sirkuit tersebut. Maka pilihan sebelumnya Sabtu sudah diganti hari Minggu, karena tidak mungkin Senin, ntar dikira diajak upacara bendera… 

Sirkuit ini selalu dipakai dan belum pernah absen sebagai tuan rumah  balap motor dunia ini sejak 1949. Meski sejarahnya, sirkuit ini dibuat khusus untuk seri Dutch TT in 1954 yang sebelumnya  dilakukan di jalan raya umum yang bukan balap liar, tapi menutup jalan sehari-hari. Ya, kira-kira di sini pasar senggol. Ito

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

Maaf MotoGP Indonesia Tidak Jadi 2017, Tapi 2018 Kalau ….!

MotoGP 2016 Jelang Assen: Unggul 22 Poin, Marquez Tetap ‘Takut’ Pada Rossi

MotoGP 2016 Jelang Assen: Ngekor The Doctor, Lorenzo Jajal Mobil F1

MotoGP 2016 Jelang Assen: Lorenzo Tuding Michelin dan Acung Jempol pada Manajemen Ban Rossi

BAGIKAN