nhk

MotoGP Catalunya 2019: Beda Lagi Cerita Lorenzo 3 Hari Di HRC Jepang

Lorenzo

ManiakMotor – Rilis Repsol Honda Team saat Jorge Lorenzo usai dari HRC Jepang, dia punya dua agenda. Pertama ada satu solusi diskusinya dengan insinyur HRC untuk bekal bermain di Catalunya, Spanyol pada 14 – 16 Juni. Kedua agenda pengembangan ke depan. Agenda pertama tersebut kata rilis dia yakin akan membawa hasil di Catalunya.

Tapi pernyataan Lorenzo langsung saat dicegat wartawan di Catalunya beda lagi ceritanya. Katanya, memang ada solusi dalam tiga hari dia di HRC Jepang, usai balapan di Mugello lalu, “Tapi akan sulit untuk memperjuangkan kemenangan dan podium di balapan berikutnya,” catat Jorge yang dimaksud balapan berikutnya ya di Catalunya ini.

Alasan Lorenzo, RC213V miliknya masih terlalu jauh dari set-up sempurna untuk jadi motor podium. Bahwa diskusinya dengan para insinyur HRC butuh proses yang panjang. “Masalah saat masuk tikungan misalnya, di sini harus banyak jam terbang memahami RC213V. Krusial lainnya, kenyamanan berhubungan dengan  ergonomik dibicarakan terakhir. Karena ini saya terbang ke Jepang. Honda kurang nyaman bagi saya, harus pas seperti sepasang sepatu sesuai ukuran saya. Saat ini seperti sepatu kekecilan. Jadi butuh sepatu dari bentuk dan ukuran yang lain,” cerita Lorenzo panjang dan lebar.

Pengandaian sepatu tersebut, hanya contoh. Sebab, motor yang kurang pas rentetannya banyak yang harus disesuaikan. Seperti setang, jok, pijakan kaki, trim, desain tangki bahan bakar dan sebagainya. Meramu bagian-bagian itu juga ikut memperhitungkan karakter pembalap dan gayanya.

Begitu dia merasa pas seperti sepatu tadi, Lorenzo yakin akan kompetitif. Itu jaminannya. “Tiga hari di Jepang semua ditangani detil. Waktu yang singkat ini, diutamakan  bagian paling penting, tanpa mengabaikan yang lain. Beberapa komponen dapat diubah dengan cepat bisa dicoba pada Jumat di Catalunya. Lainnya nanti di Assen. Dan yang membutuhkan waktu akan ada proses berikutnya,” tambah Lorenzo yang artinya untuk FP1 dan FP2 di Catalunya Jumat 14 Juni ini sudah ada perubahan sikit-sikt pada RC213V Lorenzo dari hasil diskusi di Jepang.

Tentu saja Lorenzo menjelaskan dan mungkin sadar, setiap merek berbeda penanganannya. Dia contohkan 9 tahun dengan Yamaha sudah sangat kenal perilaku M1. Lalu dua tahun di Ducati yang menurutnya belum semua bisa dikuasai. Apalagi di Honda yang baru beberapa bulan. “Semakin lama dengan merek dibela, kita akan kaya dengan trik cara membawa motor hingga limit. Di Honda saya belum dapat cara itu,” pungkas Lorenzo.

Ditunggu, jangan kelamaan soalnya umur sudah 33 tahun nih. Dari enam seri berlalu, Lorenzo nggak pernah finish 10 besar dengan Honda. MM

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2019, Moto2 dan Moto3

Lorenzo Tersenyum, Yakin Dari HRC Jepang Akan Membawa Hasil Di MotoGP Catalunya 2019

Jelang MotoGP Catalunya 2019: Angka Dan Fakta Ke-70 Tahun Grand Prix

Jelang MotoGP Catalunya 2019: Dovizioso Gertak Cuaca Panas, Petrucci Kecepatan Tikungan

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353