nhk

MotoGP: Debat Bahan Bakar Dari ECU 2016, Honda Dikeroyok Yamaha dan Ducati

ManiakMotor – Honda dan Yamaha memang musuh berat, sampeyan tahulah itu! Tak cuma di lintasan balap dan di pasar umum. ‘Duel’ ini sampai ke  meja perundingan untuk mengatur MotoGP. Mereka harus ‘berantem’ dengan cari untung masing-masing. Itulah terjadi saat pembahasan regulasi 2016.

Yang telah ditetapkan sejak awal adalah penggunaan ECU (Electronic Control Unit) standard pada 2016. Juga peralihan pemasok ban dari Bridgestone kepada Michelin. Perubahan itu tentu berdampak pada karakter teknis, antara lain konsumsi bahan bakar. Di Amerika sana yang oktan 92 di jual setara Rp 7.100, di sini premium yang oktannya 88 dijual Rp 8.500. Padahal katanya di subsidi pemerintah yang sesuai mekanisme pasar, haha.

Waduh bukan itu ceritanya, jadi ngelantur. Ini di MotoGP soal BBM ini sangat bergantung pada kinerja ECU yang distandarkan. Sedang kualitas ECU ditetapkan Dorna itu belum teruji sama sekali. Itu sebabnya jumlah bahan bakar pada 2016 menjadi perdebatan panjang berbulan-bulan dan baru pada rapat Dorna, FIM dan MSA (Asosiasi Pabrikan) beberapa hari lalu ditetapkan, yakni 22 liter untuk semua pembalap.

Tahun ini tim pabrikan pakai tangki berkapasitas 20 liter sedangkan Factory2 macam Ducati dan Open Class pakai 24 liter. Honda melalui Vice President HRC Shuhei Nakamoto tadinya bersikukuh untuk menetapkan jatah 21 liter untuk musim 2016. Tapi, keinginan itu ditolak mentah-mentah oleh Yamaha dan Ducati.

Di situlah  terjadi perdebatan dengan argumentasi teknis masing-masing. “Sebenarnya buat kami tak soal 21 atau 22 liter. Yamaha dan Ducati ingin 22, ya sudah. Lagipula kalau 22 liter juga akan baik buat Suzuki dan Aprilia,” tukas Nakamoto pada akhirnya setuju.

Petinggi Yamaha Kouichi Tsuji bilang pihaknya ngotot 22 liter karena semua tim belum bisa menakar. Prediksi terbatas pada kinerja elektronik yang disatandarkan 2016. Apakah injekstornya sejitu buatan mereka sendiri atau macam mana?

“Bahan bakar bergantung pada canggihnya software ECU. Jika kualitasnya tak lebih bagus dari yang digunakan M1 Open Class saat ini, maka 21 liter akan sangat menyulitkan. M1 2014 (besutan Aleix Espargaro) menkonsumsi bahan bakar 23 liter, jadi penetapan 22 sudah sudah ideal,” ujar Tsuji yang mengakui penggunaan BBM 20 liter pada M1 Rossi dan Lorenzo pada 2014 mengalami penghematan 5% dibandingkan musim 2013. Artinya suplai udara dan bahan bakar yang dikelola ECU sesuai format ruang bakar M1. Tambah tenaga tambah irit.

Bos Ducati Luigi Dall’Igna pun setuju 22 liter karena perubahan karet bundar Michelin. Ia tegaskan belum bisa memprediksi seberapa besar pengaruh ban pada “Semua strategi dan teknologi saat ini untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, tak lagi bisa dipakai pada 2016. Semuanya berubah dan bergantung pada kinerja ECU dan ban baru. Mungkin jatah 21 liter bisa diberlakukan pada tahun berikutnya, tapi untuk awal regulasi ini saya pikir lebih baik pakai di atas 21 liter,” ucap Dall’Igna yang tahu betul perilaku mesin Ducati rancangannya. 

Tulisan ini brosist, menggambarkan betapa presisi dan terkaitnya semua area motor untuk MotoGP. Keterkaitan dan kinerja simultan dari  satu hal dengan satu lainnya itulah yang bikin mumet sekaligus tantangan. Jadi, bukan soal beda 1 liternya, tapi dampak yang ditimbulkannya seperti semua bahan pokok naik. Gitu loh. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2014: Lagi-Lagi Contoh Rossi Dari Manajemen VR46, Marquez Serius Bisniskan Penggemar

MotoGP 2015: Rossi Incar Gelar Ke-10, Begini Komentar Marquez dan Lorenzo..!

MotoGP: FIM Tetapkan Regulasi 2015, Permak Total 2016, Penalty Pembalap Tak Pakai Adu Bacot..!

MotoGP 2015: Tiru Rossi Mereformasi Tim, Bos Menuntut Pedrosa Makin Kencang

 

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353