nhk

MotoGP Indonesia 2017: Penentuan Dalam Tiga Bulan ke Depan, Semoga Bukan Sekadar Kampanye

ManiakMotor – Soal peluang, sangat besar kemungkinan Dorna beri satu slot penyelenggaraan MotoGP 2017 sampai 2011 kepada Indonesia. Syaratnya ‘mudah’ saja, yakni memenuhi apa maunya Dorna.

CEO Dorna Carmelo Ezpeleta sudah dengan tegas bilang, Indonesia memang sasaran mereka sejak dahulu kala. Bukan saja karena sukses penyelenggaraan GP Indonesia pada 1996 dan 1997, tapi juga karena keinginan tim pabrikan yang jelas punya kepentingan dengan pasar sepeda motor Indonesia yang terbesar sedunia.

“Kami sejak lama ingin kembali ke Indonesia. Itu akan terwujud jika semua persyaratan terpenuhi,” kata juragan asal Spanyol itu.

Nah, syarat-syarat itulah yang harus digodok sepenuhnya dalam tiga bulan ke depan. Jika semuanya oke akan ditindaklanjuti dengan MoU yang artinya GP Indonesia 2017 akan terlaksana. Lantas, apa saja syarat yang diminta Opa Ezpeleta?

Yang sudah pasti adalah sanctioning fee alias biaya penyelenggaraan yang jadi tanggungan tuan rumah. Belum ada bocoran berapa Dorna minta ke Indonesia. Sebagai perbandingan saja, GP Ceko di Brno dikenai 2,7 juta Euro atau sekitar Rp 40 miliar untuk sekali main. Murah ya?

“Infrastrukturnya juga harus dibenahi, khususnya fasilitas dan kelayakan sirkuit. Ada dua kemungkinan, merenovasi Sirkuit Sentul agar sesuai standar yang ditentukan atau membangun trek baru,” tambah Ezpeleta.

Sampeyan tentu tahu, renovasi dan terlebih bangun baru tentu juga duit gede lagi. Hal lain yang terkait infrastruktur yang dibilang itu adalah akses ke sirkuit Sentul yang kudu dibenahi. Pasalnya, pada event GP Indonesia 1997 lalu kemacetan luarbiasa terjadi di Tol Jagorawi dan itu msih acap terjadi kala Sentul menghelat event besar. Satu hal lagi yang jadi perhatian adalah akses di pelabuhan dan bandara supaya tim dan logistiknya tak terkendala oleh birokrasi yang njelimet. Hal itu terjadi saat GP Indonesia lalu dan menjadi persoalan tersendiri.

Ezpeleta sendiri bersemangat menghadirkan lagi GP Indonesia setelah bertemu perwakilan pemerintah Indonesia lewat Kementerian Pariwisata dan Kemenpora, plus IMI (Ikatan Motor Indonesia) dan pihak Sirkuit Sentul. Elemen-elemen inilah yang tergabung dalam satu tim untuk membahas segala sesuatunya dalam tiga bulan ini.

“Kami datang karena pemerintah Indonesia berkeinginan menggelar MotoGP. Jika semua syarat dipenuhi, saya pastikan Indonesia dapat jatah 2017,” tandasnya.

Soal biaya penyelenggaraan dan renovasi sirkuit plus lain-lainnya, tentunya bukan masalah jika ditanggulangi dengan system gotong royong. Sejak tahunan lalu Tinton Suprapto selaku pengelola Sirkuit Sentul berharap dukungan semua pihak untuk mengembalikan event bergengsi itu.

“Jangan sampai nodong pemerintah karena banyak urusan lain yang harus ditangani negara. Soal biaya urusan mudah kalau pihak swasta mau bersama-sama, khususnya pabrikan yang sesungguhnya paling diuntungkan jika GP Indonesia terlaksana,” kata Tinton.

Ya, benar akan mudah jika memang ada kesungguhan di sana. Bukan sekadar isu pencitraan terkait wacana reshuffle kabinet yang tengah gencar atau isu seksi jelang pemilihan Ketua IMI periode berikutnya. Bukan nuduh Bro, tapi demi  kesungguhan hati mewujudkan program MotoGP road to Indonesia 2017!

Lantas siapa pesaing Indonesia dan apa saja hak Dorna dan tuan rumah, tunggu ya artikel berikutnya? Andro

Baca Juga

MotoGP 2015 Jelang Mugello: Italian Fever di Semua Kelas, Rossi Terharu

MotoGP 2015: Bos Dorna Janjikan Indonesia Gelar MotoGP, Tapi Harus Bla..Bla…Bla!

MotoGP 2015 Jelang Mugello: Podium Saja Tak Cukup Bagi Ducati, Harus Menang

MotoGP 2015 Jelang Mugello: Marquez Masih Galau Tapi Tetap Optimis

BAGIKAN