nhk

MotoGP Inggris 2016 Jelang : Honda Keluhkan Software Elektronik, Untung Ada Marquez

 

ManiakMotor – Setelah menyelesaikan paruh musim motogp 2016, tim Repsol Honda melakukan evaluasi. Pembalap andalan mereka Marc Marquez memimpin klasemen sementara dengan 197 angka dengan meninggalkan Valentino Rossi 53 angka di urutan ketiga dan Jorge Lorenzo 59 angka. Posisi sedikit aman bila Marquez bisa konsisten tampil baik di sisa seri, kecuali ia dua kali tidak mendapat point sama sekali.

Kendati sudah memimpin, Honda mengakui bahwa kelemahan pada motor di soal elektronik. Mengenai kecepatan, Honda RC213V terbilang kencang, hanya MM suka mengeluhkan akselerasi masih lambat. Sehingga, bila menghadapi trek yang punya tikungan rapat, Honda suka keter.

Nah, pekan lalu, di Brno, Wakil Presiden HRC Shuhei Nakamoto telah melakukan evaluasi bersama Yamaha, Suzuki, dan Ducati. Tentu yang dibahas bukan bagaimana kondisi senjata (motor balap) mereka. Pembahasan lebih mengarah pada penyelenggaraan, regulasi, dan jalannya lomba.

Di luar itu, Honda dengan manajemen tim juga mengadakan rapat untuk eveluasi. Nakamoto yakin masalah utama Honda dengan RC213V dalam kontak kompleksitas adalah menyiapkan unit kontrol elektronik. Ini berkaitan dengan keluhan Marquez di awal musim bahwa akselerasi motor masih kurang.

Ketika Nakamoto ditanya, apakah mesin baru Honda yang diperkenalkan tahun ini dengan teknologi counter rotating crankshaft, sesuai masukan dari Marquez sehingga bikin pusing para tenaga rekayasa? Dijawab tegas,”Tidak, masalahnya adalah elektronik.”

Mengenai kekalahan Honda atas Yamaha dan Ducati di Austria dan Brno (Honda juara bukan tim pabrikan), “Bukan berarti mesin tidak kuat. Tenaga ada namun tidak tersalur ke permukaan trek dengan maksimal,” tandas Nakamoto. Pembuktiannya, lanjut Nakamoto, adanya roada depan terangkat (wheelie). Pembalap dan tim rekayasa sudah berusaha mengeliminir sekecil mungkin.

“Apa yang saya lakukan adalah berusaha membuat roda belakang tidak terangkat usai di trek lurus ketika mengurangi kecepatan motor,” jelas MM. Diakui pembalap Spanyol, ngerem yang halus di trek lurus bukan solusi terbaik saat balap. Petunjuk lain, pemakaian sayap tambahan agar daya cengkeram roda depan tetap maksimal.

Persoalan unit kontrol elektronik sedikit menggangu kinerja RC213V. Perangkat lunak itu disuplai oleh Magnetti Marelli. “Tahun lalu, kami menggunakan milik kami sendiri yang sistemnya sederhana, sehingga penyetelan tidak begitu rumit,” tegas Nakamoto. Nah, dengan software baru, katanya, Anda harus menemukan yang pas di beberapa bagian.

Nakamoto mengambil contoh, ketika tim bisa mengelola perangkat itu, tapi sebagian besar waktu tidak cukup. Saat pembalap mengeluh soal akselerasi motor, tim coba mengubah setelan, malah roda depan terangkat. “Boleh jadi, teknisi kami kurang pengalaman,” pungkas Nakamoto.

Beruntung Honda punya Marquez yang gaya balap agresif dan cerdas. Sehingga, tim tidak harus kerja keras dengan perangkat lunak baru itu. Rezki

BACA JUGA

MotoGP Brno 2016 Jelang FP3 : Rossi Bilang, Marquez Tercepat Bukan Kekuatan Honda Sesungguhnya

MotoGP 2016 Austria (Jelang FP1/2): Pinjam Data Satelit, Honda Gertak Musuh

MotoGP 2016 Jelang Assen: Honda Nggak Adil Pada Pembalapnya?

MotoGP 2016 Catalunya (Jelang Race): Rossi-Lorenzo ‘Hadiahkan’ Front Row Buat Honda

BAGIKAN