nhk

MotoGP Jelang 2016: Berat Buat Marquez Bila Sering Memaksa, Bakal Bergelar Jatuh Mulu

 

ManiakMotor – Memaksakan keadaan adalah tipikal membalap Marc Marquez. Disebut memaksa dalam balap motor itu, contoh di tikungan tertentu yang mestinya titik pengereman di jarak 75 meter, dia tunda sampai jarak 65 meter. Sesekali sih berhasil, bila terus-terusan itu namanya memaksa. Pastilah mudah melakukan kesalahan dan jatuh.

Perilaku Marquez ini tentu bukan hanya soal late bracking, tapi nyaris pada semua aspek. Contoh lagi, set-up motor nggak ketemu, tapi cara balapnya seperti membawa motor yang setingannya pas. Gas terus, dengan cara menyerang pula. “Paling banyak soal kesabaran, sehingga banyak bikin kesalahan,” jelas Marquez berulang-ulang saat dia ditanya soal banyak jatuhnya.

Memaksa dan tak sabaran, sama saja. Itu kegagalan utama Marquez meraih juara 2015. Memang, dari banyak kali jatuh di 2015, ada sekali jatuh yang bikin sakit gigi, eh hatinya. Yakni di Argentina yang kata orang awal ‘dendam’ Marquez pada Valentino Rossi.

Sebenarnya, itu juga bagian dari memaksakan diri ala Marquez. Sebelum dia jatuh yang  menyenggol Rossi atau Rossi sengaja menyenggolkan diri, sudah diawali Marquez memaksa masuk dari celah yang sangat sempit.  Itu persis yang terjadi  di Assen. Di Assen ini memang nggak jatuh, tapi trik Rossi sudah jalan duluan untuk ‘memotong’ lintasan.

Intinya, bila Marquez ndak menekan ke sabarannya, ia akan bernasib sama pada 2016. Kerana kesabarannya ini yang mudah dimainkan lawannya untuk memancing emosinya. Kira-kira begini di hati Marquez, tak  boleh di sirkuit ada yang lebih kencang. Ia yang harus lebih kencang dari semua peserta. Nggak peduli motor sanggup atau tidak.

Tuh kemarin saat test pramusim pribadi hari terakhir di sirkuit Jerez, Spanyol, 27 November 2015, doski dua kali jatuh. Itu karena kesabarannya alias emosinya terpancing oleh Scott Radding yang bawa Ducati GP15. Redding berhasil melampui catatannya. Itu bikin Marquez kembali memaksa untuk melampui Redding, namun motornya belum sanggup, karena masih dikembangkan di sana-sini, ya namanya juga testing. Akhirnya jatuh, dua kali pula.

Jangan sampai malah bergelar pembalap jatuhan alias jatuh mulu. MM

BACA JUGA

Selebrasi Gelar Juara Dunia MotoGP 2015, Yamaha Bagi-Bagi Hadiah untuk Konsumen

MotoGP Jelang 2016: Rossi Coba ‘Memaafkan’ Dan Perbaiki Keadaan, Libur Panjang Dulu…!

MotoGP Jelang 2016: Rossi Menang di Monza Rally 2015, Obat Pelipur Lara

MotoGP Jelang 2016: Di Rally Monza 2015, Rossi Sementara Keempat

MotoGP Test Jerez Pramusim 2016: Iannone Memuji-Muji Ducati GP16 Pakai Michelin

BAGIKAN