nhk

MotoGP Jelang 2016: Kata Doohan Kasus Marquez vs Rossi, Kompetisi Yang Fantastis, Bombastis

 

ManiakMotor – Siapa pun tahu, sampeyan juga, tapi diperjelas oleh Michael Doohan.  MotoGP adalah hiburan. Hiburan untuk dibaca, ditonton dan dikomentari. Hal-hal begini akan membesar, melebar dan memanjang saat diubah jadi berita oleh media. Makin hot beritanya ketika ada kasus macam Valentino Rossi dan Marc Marquez yang mencuat di Sepang, Malaysia.

Itu yang dibilang Doohan yang legenda MotoGP, media membesar-besarkan masalah dengan cara menggocek dan menggorengnya. Duel seperti Rossi dan Marquez yang sama-sama berkarakter menyerang dan semakin menyerang skill meningkat, sebenarnya katanya, ya kata Doohan, masih hal biasa. “Itu pernah saya alami. Media saja yang membesar-besarkan situasi,” kata Dohhan seperti dilansir Crash.net.

Soal kasus itu para penggemar MotoGP sudah tahulah jalan ceritanya yang dari tuduhan Rossi si Marquez membantu Jorge Lorenzo. Lalu pepet-pepetan di Sepang yang bikin Marquez jatuh dan Rossi dihukum start dari belakang di Velencia.  Bagi Doohan, media sudah jadi kompor meleduk, eh pemanas situasi. Katanya, sifat biasa saling  menakan dan ditekan di arena balap.

Doohan juga sepertinya juga agak sudutkan Rossi. Katanya, Rossi di akhir-akhir seri terlalu memperhatikan pembalap lain, ketimbang fokus pada diri sendiri. “Berharap pembalap lain tak ikut campur adalah omong kosong. Semua pembalap ingin menang dengan cara sendiri-sendiri,” kata Doohan seraya bilang, itu juga sudah besar-besarkan media.

Dalam situasi begitu segala kemungkinan akan terjadi. “Beda dengan menari balet, semua gemulai. Ini kompetisi yang keras. Marc dan Valentino  juara dunia yang tahu ukuran-ukurannya. Mereka juga sudah bekerja keras untuk mengejar titel. Bila dicerna, sebenarnya itu bagus buat MotoGP. Punya daya tarik untuk balapan itu sendiri. Garis besarnya serial 2015 adalah balap yang fantastis,” kata joki dari Australia yang lima kali juara MotoGP dan saat pensiun, lututnya terpasang mur dan baut di mana-mana agar bisa berjalan normal. 

Wah kalau media sih maunya ada terus kasus terus seperti di Sepang, bro Doohan. Ito

BACA JUGA

MotoGP: Stoner Pasti Ke Ducati 2016, Kembali Melipat-Lipat Desmosedici Dengan ‘Kasar’ 

MotoGP Jelang 2016: Ducati Segera Dapat Stoner, Honda Sudah Daaaa… Melepasnya

MotoGP Jelang 2016: Urusan Pakai Nomor Start Rossi Paling Konsisten, Lorenzo Bingung..!

MotoGP 2016: Aturan Elektronik Baru, Unggulan Tetap Motor Rossi Cs

MotoGP Jelang 2016: Rossi Hentikan (Unfollow) Pertemanan Dengan Lorenzo dan Marquez Di Twitter/Instagram

 

 

BAGIKAN