nhk

MotoGP Jelang 2016: Poncharal Nilai Rossi Aktor Meriahnya MotoGP, Kaisarnya Balap

ManiakMotor – Pengisi roll.  Setiap potongan roll film, nama Valentino Rossi ada di situ. Zaman sekarang disebut pemeran utama drama di MotoGP. Bahkan bisa jadi sutradara mengubah-ubah cerita menarik soal perjalanan balap motor cangggih itu. Yang lain berarti ngikut, hanya pemeran pembantu, hehe.

Itu dilakukan Rossi sepanjang dia tampil sejak GP125. Malah di GP125 itu Rossi ngetop dengan tingkahnya naik podium sembari koprol duluan yang berlanjut ke MotoGP 2000. Aksinya menjadi hiburan. Tingkahnya otomatis jadi bahasan, termasuk insiden dengan Marc Marquez dan jalannya perebutan juara dunia versus Jorge Lorenzo 2015. Rossi mengkreasi MotoGP 2015 bisa mengalahkan pamor F1 dari segi porsi berita, loh.

Itu yang dikatakan bos Yamaha Tech 3 sekaligus presiden IRTA, Herve Poncharal. Dia memberikan pendapatnya walau termasuk sudah terlambat. “Begitu gempita tahun ini pada perebutan gelar sampai seri puncaknya. Pembalap yang terlibat adalah Velentino (Rossi) di situ.  Itu dilakukannya bertahun-tahun dii masa lalu. Dia memang ikon kami (Yamaha),” kata Poncharal.

Poncharal memang bukan sebagai penjilat, tapi fakta memang demikian. Perjalanan karir Rossi selalu menguntungkan yang namanya MotoGP. Masih ingat saat dia pindah ke Ducati, MotoGP jadi gaduh. Gaduh di MotoGP berbeda dengan gaduh di politik yang justru merugikan pemerintah. Di MotoGP malah menaikan ratingnya. “Karena ada seorang Valentino. Dia memang kaisar MotoGP,” tambah Poncharal.

Hanya saja, Poncharal yang gondrong pirang itu, tetap bilang keputusan menghukum Rossi dari insiden Sepang dengan Marquez sudah tepat. “Itu pendapat pribadi saya. Memang Valentino jadi berat start dari belakang saat poin terbilang ketat. Tapi aturan berlaku untuk semua yang terlibat di balap motor. Tapi ingat, Rossi tetap bagian ramainya MotoGP sampai sekarang,” pungkas Poncharal.

Kenapa baru ngomong sekarang bos.  Ito

BACA JUGA

MotoGP Jelang 2016: Rossi Menarik Kasusnya Dari CAS, Sudah Tak Bernafsu

MotoGP Marquez Kembali Ungkit ‘Luka’ Dengan Rossi Di Sepang, Antisipasi 2016

MotoGP: Tambahan 2 Liter Bensin 2016, Celah Buat Pabrikan Memboroskan Bensin = Power

MotoGP Jelang 2016: ECU Baru M1 Rossi/Lorenzo, Engine Braking Kacau

MotoGP 2016: Marquez/Pedrosa Coba NSR500 Two Stroke, Enak Ternyata

BAGIKAN