nhk

MotoGP Jelang 2016: Seri Pertama Di Qatar, Honda Dan Yamaha ‘Pakai Motor Apa Adanya’

 

ManiakMotor – Kembali 2016 akan melihat siapa yang dapat duluan menyetel motor dengan aturan terbaru. Penggantian ban dan elektronik kedengarannya hanya dua item. Tapi saat dibaca keluhan para joki terutama Honda Dan Yamaha, persoalannya sederet  dari segi karakter motor ketika melakukan test pramusim resmi dan privat. Elektronik juga mengubah jumlah racing fuel dalam tangki. Ujung-ujungnya kudu bikin motor baru sesuai keluhan.

Pastikan saja seri pertama Maret 2016 di Qatar, pengguna Yamaha dan Honda yang sebelumnya terikat regulasi pabrikan, akan pakai motor ‘apa adanya’. Disebut begitu, kedua merek ini yang banyak menyesuaikan dengan aturan 2016. Nggak mungkin dong dalam tiga kali test pramusim 2016, motor langsung jadi.  Bukankan riset motor akan ketemu sendirinya sembari musim berjalan. Karena ujicobanya langsung dalam lomba dengan variasi set-up berbeda setiap pindah sirkuit.

“Distribusi keseimbangan motor masih perlu ditingkatkan. Perlu kerja keras memahami elektronik dan ban baru,” kata Rossi dan Lorenzo saat test di Valencia pada 11 Nomvember 2015, dua pentolan pengebut Yamaha M1. Di test pertama itu Rossi hanya ke-7 dan Lorenzo ke-5.  “Yang paling terasa motor terlalu kuat torsinya putaran rendah. Kerja elektronik pada anti wheelie masih kurang. Akselerasi jadi kasar,” omel  Marc Marquez saat test pribadi di Jerez, Spanyol mengenai RC213V-nya. Omongan Marquez ini hampir sama dengan Wilco Zeelenberg, manajer tim Movisttar Yamaha di tim Lorenzo.  

Boleh jadi seperti Ducati dan Suzuki yang 2015 telah menyesuaikan dengan elektronik Magneti Marelli yang bakal kuat awal-awal seri. Terlihat saat test pramusim pertama di Valencia, Suzuki lewat Mavarick Vinales bisa menempel ketat RC213V Marquez. Padahal saat itu, girboks Suzuki GSX-RR Vinales belum diisi SSG. Alat yang memaksa per pindahan gigi tanpa jeda sama sekali atau nol toleransi bikin tersendat itu, baru ditesting di Sepang akhir November 2015.

Ada lagi fakta lain dari Scott Redding yang baru coba Ducati GP15 langsung permak kecepatan RC213V Marquez. Redding sebelumnya di tim satelit Honda. Di test privat Jerez, Spanyol pada 27 November itu, sebenarnya Redding nggak kencang-kencang amat, catatanya hanya 1 menit 38.9 sekian-sekian, itu bila dibanding dengan rekor Jerez dipegang Lorenzo  yang 1:37.910.

Hanya saja, yang ikut test bersamanya termasuk Marquez ndak bisa lebih kencang lagi, lantaran persoalan tadi. Jangan-jangan itu yang bikin Marquez jatuh dua kali di hari terakhir pada test yang sama dengan Redding. Marquez memaksa ingin melampui Redding, tapi motornya nggak sanggup. Itu gambaran Ducati sudah satu dengan regulasi akan dipakai 2016. Kalau soal ban, kan semua pakai merek sama, Michelin.

Sama saja dengan omongan Gigi Dall’Igna. Kata dia, Ducati sudah tak perlu beradaptasi dengan elektronik, karena itu barang sudah ia mainkan 2015 sebagai status Open Class. Termasuk aturan bahan bakar 22 liter, usai dari Qatar 2015 mereka sudah menggunakannya. “Memang lawan kami (Yamaha dan Honda) diuntungkan penambahan 2 liter dari aturan 20 liter buat mereka. Tapi kami ke depan tinggal fokus ke ban, kok,” jelas Gigi.  

Maksudnya diuntungkan 2 liter tambahan dengan bisa memboroskan bahan bakar, sama dengan power mudah ditambah. Tapi Honda dan Yamaha masih banyak yang harus disesuaikan. Tinggal lihat siapa yang duluan bisa adaptasi dengan aturan. Tentu di dalamnya dulu-duluan dapat setelan. Rossi kah, Marquez kah, Lorenzo kah atau Pedrosa kah. Ito

BACA JUGA

MotoGP: Marquez Podium Di Superprestigio Dirt Track Spanyol 2015

MotoGP: Marquez Cs Ikut Superprestigio Dirt Track 2015 Di Spanyol

MotoGP Jelang 2016: Poncharal Nilai Rossi Aktor Meriahnya MotoGP, Kaisarnya Balap

MotoGP Jelang 2016: Rossi Menarik Kasusnya Dari CAS, Sudah Tak Bernafsu

MotoGP Marquez Kembali Ungkit ‘Luka’ Dengan Rossi Di Sepang, Antisipasi 2016

 

 

BAGIKAN