nhk

MotoGP Jerez 2016 Race: M1 Rossi Punya Grip Melekat, Power Dapat Terus, Juara..!

 

ManiakMotor – Power dapat terus sambung menyambung, lantaran grip ban melekat dengan trek. Diteruskan dengan bodi yang anteng, ajib dan antep. Motor nggak goyang, patuh pada jalur. Wheelie pun nggak pernah muncul sepanjang 27 lap. Padahal akselerasinya sangat kuat.

Hasilnya Valentino Rossi juara di sirkuit Jerez, Spanyol dalam rangka ronde 4 MotoGP pada Minggu 24 April 2016. Kampiun di saat para analis meragukannya di umur 37 tahun. “Saya tahu, motor punya keuntungan pada grip. Itu modal mendorong lebih cepat sejak awal. Terima kasih pada tim yang berhasil membangun motor yang apik sejak Jumat pagi,” jelas Rossi yang juga tidak mengabaikan start yang pas.

Komentar awal Rossi sebelum balapan, elmu balapnya akan jalan dengan Michelin. Dia sembari cerita karirnya cemerlang dengan ban Prancis tersebut. Dia pula terakhir pole di Jerez dengan ban Michelin 2005. Itu diulanginya 2016 dengan Michelin pula yang digabung dengan juara. Rossi sendiri sudah 7 kali juara di Jerez, terakhir 2009 dan paling terakhir lagi tahun ini.

Diuntungkan grip, jelas percaya diri memerlakukan motor. Macam Rossi sejak awal berani memperlebar jarak, terutama Jorge Lorenzo, rekan setimnya di Movistar Yamaha. “Pada lap 10 – 12 memang harus merawat ulang ban dengan memperlambat. Menuju trek lurus nggak sepenuhnya membuka gas. Sebab saat berakselerasi muncul spin. Juga dibarengi getaran. Kemungkinan ban over heat. Tapi itu hanya terjadi saat motor tegak (trek lurus), untungnya di tikungan normal,” papar Rossi seperti dikutip dari media on line sana yang sudah diramu oleh portal ini jadi satu cerita, bukan satu sumber.      

Ban tidak berdiri sendiri. Kebetulan, M1 di Jerez ini bodi dan mesinnya menunjang. Nggak bilang sih, pakai mesin baru atau yang bekas? Tapi dengan aturan 7 mesin per musim, harusnya pakai mesin baru di Jerez kemarin seperti yang telihat motornya ngisi terus. Ya isinya tenaga, bro.  Kan hitungannya rata-ratanya untuk satu mesin dipakai 2.5 seri untuk 7 mesin dibagi 18.  

Grip yang bagus bikin akselerasi jadi galak. Keluhan Rossi pada M1-nya di hari pertama wilayah depan yang kurang stabil, diatasi mekaniknya pada malamnya. Makanya Jumat pagi melejit di FP3. Ia pun terima kasih banyak pada krunya dan usai Q2 sangat yakin kompetitif. “Bagi saya, Jerez krusial. Di sini bisa mengukur diri sendiri, ada di tingkat mana? Kuat di Jerez, akan melawan di semua race Eropa. Mungkin ini benar, atau mungkin tidak?” tutup Rossi. 

Tahun lalu Jorge Lorenzo usai menang dari Jerez, tiga kali berurutan juara di seri-seri berikutnya. Ito

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

Hasil MotoGP Jerez, Spanyol, Moto2, Moto3 Semua Sesi 22, 23 – 24 April 2016 

MotoGP Jerez 2016 Race: Rossi Juara, The Doctor Masih Ada..!

MotoGP Jerez 2016 Warm Up: Marquez Tercepat, Disusul Rossi, Dan Lorenzo 3

MotoGP Jerez 2016 Jelang Race: Rossi Seyakin-Yakinnya Kompetitif Dengan Michelin

 

 

BAGIKAN