nhk

MotoGP Jerman 2016 Jelang: Ducati, MotoGP Wadah Pengembangan Tekniks Motor Umum, Termasuk Winglet

ManiakMotor – Gencarnya principal menggelontorkan dana di balap, salah satunya untuk riset  motor dijual umum. Apalagi sekelas MotoGP yang dana pengembangannya tak putus-putus, ya demi promosi dan teknologi yang akan ditransfer pada motor harian. Siapa yang tidak kenal kontrol traksi yang dimulai dari MotoGP dan masa kini boleh dinikmati moge harian. Pengguna harian menjadi aman dan nyaman. Itu hanya salah satunya.

Itu yang jadi alasan para petinggi Ducati keberatan akan dihapusnya winglet pada 2017 di MotoGP. Memang hanya Ducati yang ngotot  agar sayap ini tetap diperbolehkan. Sayang mereka kalah suara dengan produsen Jepang di sidang soal winglet di sela GP Belanda bersama Grand Prix Commission. Badan ini diisi FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme), Dorna (Promotor MotoGP), IRTA (International Road-Racing Teams Association), dan MSA  (Motorcycle Sports Manufacturers’ Association) dan perkumpulan ini menyatakan wilnglet tak layak diteruskan.

Ducati memang yang memulai winglet tersebut dua tahun lalu dan tahun ini diikuti seluruh peserta. “Karena hanya satu kasus saat Andrea Iannone menyenggol Marc Marquez di tikungan pertama Argentina, alat ini dianggap bahaya. Padahal setahu kami, tujan MotoGP paling utama adalah pengambangan teknik untuk motor jalanan yang dijual umum. Nah sayap ini bagian dari itu untuk kenyamanan motor jalanan di masa depan,” sebut manajer tim Ducati Davide Tardozzi di crash.

Analisanya, winglet berguna ke depan untuk motor harian, misalnya, menstabilkan motor saat berakselerasi. Sayap ini akan berfungsi mengatasi karakter alamiah bermotor saat digas, apalagi keliru betot gas, motornya ngamuk pak. Fungsinya tetap seperti di MotoGP mengatgasi liarnya bagian depan bila akselerasinya kebesaran. Meredam roda terangkat atau anti wheelie. Sayap ini ketika diterpa  angin akan menekan wilayah depan motor ke lintasan (down force), agar handling tetap berlangsung normal. Pokoknya nggak harus repot mengoreksi motor agar roda depan kembali menjejak lintasan.

Gigi Dall’Igna Ducati, GM Ducati  Corse, menenggarai produsen lain sudah beranggapan Ducati sangat diuntungkan dalam aerodinamis. Juga beranggapan belum ada kajian alat tersebut berfungsi bangat dan malah lebih banyak bahayanya. “Kami telah melakukan studi disertifikasi pada winglet. Itu dilakukan independen saat lomba dan tes, termasuk dengan pemasok teknis,” kata Gigi yang artinya itu winglet layak dipakai.

Nantinya juga layak dikembangkan untuk moge harian di masa dengan terutama untuk aerodinamikanya. Tapi ngomonng-ngomong keputasan sudah bulat, alat tersebut 2017 sudah tak kelihatan lagi. Ito

BACA JUGA

Galang Hendra & Imanuel Pratna Kantongi Sertifikat “Yamaha I VR46 The Master Champ”

Yamaha VR46 Master Camp: Galang Jura Balap Mini Bike, Rossi Soal Mental

MotoGP Jerman 2016 Jelang: Otot Dan Otak Marquez Pegal, Kelamaan Jeda Seri 7, 8 Dan 9

VR46 Master Camp Pindah Ke Sirkuit Misano, Mentor Rossi & Joki Moto2 Baldasarri

Yamaha VR46 Master Camp; Rossi Ikut Balap Dirt Track Bersama Galang Dan Imanuel, Juara Lombanya Galang

 

 

BAGIKAN