nhk

MotoGP Jerman 2016 Jelang Race: Rossi Mengakali M1 Cepat Di Tikugan Sempit Sachsenring

ManiakMotor – Valentino Rossi bicara soal Q2 di sirkuit Sanchsenring, Jerman pada Sabtu 16 Juli ’16. Itu ada hubungannya dengan race pada Ahad (17/7) ini. Ya iyalah, hubungan dengan tata letak motor atau grid saat start. Katanya bila  di akhir sesi dengan ban segar kedua terjebak di belakang banyaknya peserta yang lebih lambat, dia akan masuk ke grid ke-7. Tapi dengan pace ban segar pertama ke-3, catatan itu tak ada yang bisa melewati dan Rossi pun beruntung berada di front row.

Ada artinya dengan kecepatan diraih dengan ban segar pertama. Artinya dia belum membuka habis throttle-nya, karena hal itu disimpan untuk ban segar kedua. Sayang di menit terakhir dia terjebak bersama Maverick Vinales, Hector Barbera dan Pol Espargaro. “Beruntung start di baris depan. Dengan ban segar kedua terjebak pada lalu lintas sirkuit yang krodit, pastiu susah meningkatkan kecepatan. Biasanya kalau sudah begitu, Anda akan finish ke-7. Tapi untungn ketiga dan itu grid yang bagus untuk memulai balapan,” kata Rossi.

Grid 3 disyukuri Rossi mengingat di hari pertama dia terpuruk ke-14. Bangkitnya Rossi di hari kedua semata cuaca. Katanya kalau cuaca normal dia akan bisa memainkan jurus balapnya. Kebetulan pada Sabtu matahari di Sachsenring muncul dengan terangnya. Panas lintasan bahkan mencapai 40oC dibanding hari pertama drop separuhnya dan Rossi nggak berani ngegas. Katanya grip depan sangat kurang kalau suhu kelewat dingin. Tapi dengan cuaca yang normal dia dapat grip mumpuni macam Sabtu.

Walau begitu,  The Doctor jujur saja layout Sachsenring kurang cocok untuk mengumbar tenaga M1. Itu sirkuit kurang memiliki area sudut meluncurkan motor. Tenaga ideal M1 belum sampai, tapi motor kudu direm untuk menikung kembali. Termasuk lebar sirkuit di tikungan yang kurang untuk mempertahankan dan menambah power. “Ini sirkuit  yang memang kurang baik buat M1. Motor saya butuh ruang untuk menciptakan sudut racing line, itu kurang di Sachsering,” kata Rossi terhadap motor dan sirkuit.

Tapi bukan The Doctor kalau nggak punya akal. Kemarin katanya ada sesuatu yang sesuatu itu dia nggak kasih tahu, apa? Pokoknya ada  yang diubah atau diakali. Tujuannya motor selalu dapat dorong indeal di sirkuit model Sachsenring. Dia juga sudah memahami cara untuk mengikuti dan coba menyatukan feeling pada bagian depan M1 agar tenaga terawat kecepatannya di tikungan sempit.

Yang paling utama lagi soal cuaca. Bila seperti hari Jumat jujur saja itu petaka buat Yamaha dan Rossi   sendiri. “Semua memprediksi cuaca saat balap mirip hari Jumat. Jika sangat dingin, itu masalah besar. Kalau basah tanda tanya besar juga. Tapi kalau kering, boleh sih melawan Marquez walau pun sulit,” pungkas Rossi dengan kalimat terakhir yang meyakinkan.

Coba lihat lomba saja soal cuaca. Soal kecepatan seperti Q2 tadi, Rossi belum membuka gas karena di akhir sesi terjebak kroditnya lintasan. Berarti nggak jauh-jauh dari Marquez. Ito

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

Hasil MotoGP Sachsenring, Jerman, Moto2, Moto3 Semua Sesi 15 – 17 Juli 2016

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang Race: Marquez Tetap Menghitung Pedrosa Dan Rossi

MotoGP Sachsenring 2016 Q2: Marquez Pole, Rossi Front Row, Lorenzo 3 Kali Jatuh

MotoGP Sachsenring 2016 FP4: Iannone Tercepat, Marquez 2, Pedrosa 3, Rossi 6

BAGIKAN