nhk

MotoGP Jerman 2016 Jelang: Rossi Bilang Sendiri Bodoh di Assen, Lupa Diri

 

ManiakMotor – Tak banyak orang yang mampu menyebut dirinya bodoh kala berbuat kesalahan. Di antara yang sedikit itu adalah Valentino Rossi. Jatuh di Assen adalah buah dari kebodohannya sendiri. Dan tidak ada yang mencegah itu lantaran dia seorang pelaku, pengajar dan The Doctor, ya kecuali dirinya sendiri.

Rossi seharusnya tak perlu bernafsu untuk meninggalkan jauh lawannya saat itu tinggal Marc Marquez yang sudah tertinggal 2 detik baru 2 lap part 2. Rossi juga yang sanggup berlari lebih kencang 1 detik dari lawan-lawannya. Dengan keyakinan darpat grip itu, The Doctor lupa diri. “Kesalahan di T10 itu  murni dari diri saya, bodoh. Bukan karena pilihan ban basah berkompon lembut, bukan pula karena setingan yang keliru pada M1 saya,” kata Rossi dengan besar hati meminta maaf pada fans.

Itu tadi overconfident dan tak ada yang bisa menasehati, misalnya mainb aman saja atau kukup kedua, hehe. Siapa yang berani, bro? Itu sama saja kamu mengajari ikan berenang. Dia membalap atas feelingnya. Mungkin agak berbeda dengan omongan Marc Marquez saat bermain hujan dan dilewati Jack Miller. Dia katanya harus sabar jangan sampai pointnya ikut hanyut dalam hujan Assen. Jangan tergoda kencang-kencangan.

Makanya Rossi mengakui kebodohannya menuju lap ke-3 setelah mencetak catatan waktu 1:49,485 detik di lap 2. Ia percaya diri, karena itu menjadi catatan tercepat di part 2 alias fastest lap. Itu tadi catatan yang lebih singkat 1 detik dari 12 lap part 2 dari semua peserta. Keuntungan besar sebenarnya, kalau agak sabar sikit.

Rossi tergoda bisa lebih kencang dengan membetot gas lebih dalam di T9. Ia merasa bisa mengontrol aquaplaning. “Tapi di T10 saat pengereman pada titik yang sama, tapi lebih kencang 4-5 kpj dari lap sebelumnya, roda depan langsung goyang dan jatuh. Itu benar-benar kesalahan bodoh, justru pada momen yang sangat penting,” sesal Il Dottore yang selama ini dikenal jagoan di  trek Assen, hujan maupun kering.

Mungkin bernafsu karena saat itu juara sudah di depan mata. Perhitungan point saat itu pun sudah melampaui Jorge Lorenzo di papan klasemen sekaligus memepet poin Marc Marquez. Tapi, kini pengejaran Rossi di klasemen semakin berat, kalah 42 poin dari marquez dan 18 angka dari Lorenzo. “Akibat kebodohan sendiri situasi klasemen jadi lebih sulit. Tapi, perburuan belum selesai sampai finish sesungguhnya. Kompetisi masih panjang. Mulai sekarang saya harus berikan yang terbaik di semua seri sisa. Kita akan lihat mulai di Jerman,” ucap Rossi memotivasi diri sendiri.

Sabar…! Andro

 

BAGIKAN