nhk

MotoGP; Kata Rossi Lorenzo Yang Terbaik 2013, Tapi Kok Juara Dunia Marquez, Ya???

 

ManiakMotor – Apa maksudnya Valentino Rossi memuji Jorge Lorenzo yang terbaik 2013 ya? Padahal dalam perjalanan balapan tahun ini, Marc Marquez yang merontokkan semua rekor dan menciptakan 24 rekor pribadi. “Jorge salah satu yang terbaik, itu bagi saya lho,” kata Rossi di situs resmi MotoGP.

Walau seorang The Doctor yang bercerita, ya harus dibandingkan dengan perjalanan MotoGP 2013. Ukuran-ukurannya fakta di lapangan. Kalau disebut seimbang mungkin, iya. Pendapat portal ini, keduanya sip. Lorenzo bisa kejar poin di akhir-akhir seri berkat permainan yang gigih. Ia juga di awal seri sempat di atas angin. Di pertengahan seri Marquez yang dominan dengan menemukan ritme bermain dan percaya diri.

Cerita cidera misalnya. Cidera berhubungan dengan jatuh atau jumpalitan di sirkuit. Marquez 15 kali jumpalitan. Kata orang tua sih, ‘hebatlah’ dia, jatuh melulu tapi nggak kenapa-kenapa, tulangnya kuat, ‘manusia karet’, hehe. Sedang Lorenzo, cuma dua kali highside, tapi langsung cidera berat. “Saya banyak jatuh di sesi latihan, karena ukuran targetnya Jorge dan Dani,” jelas Marquez yang hanya sekali jatuh di saat lomba di Mugello.

Marquez jujur, bahwa senior ini parameter yang dikejarnya membuatnya tunggang langgang. Tatapi omongan yang sama dari Lorenzo belum keluar,  hanya bisa dianalisa. Cideranya Lorenzo pastilah mengejar juara dunia. Dan penghalangnya  Marquez. Berarti sama saja mengejar Marquez. Apalagi saat cidera di Assen dan Sachsenring, masih terbawa hangatnya serempetan di Jerez.

Lalu rekor yang sulit terbantahkan adalah juara seri empat kali berturut seorang pemula di MotoGP. Mungkin itu sudah biasa. Tetapi rookie yang mampu juara dunia termuda sepanjang sejarah, ya susah dibantah. Itu didapatnya bermain sama rapi walau menjurus keras seorang pendatang baru, ya hanya Marquez yang mampu melakukannya.

Penantangnya lagi-lagi juga Lorenzo. “Jorge sudah melakukan yang terbaik, walau ia gagal juara dunia,” ulang Rossi yang sebenarnya hanya sepenggal kalimat itu ia ucapkan soal Lorenzo, tanpa memberi penjelasan detil alasan-alasannya. Itu juga jawaban dari Rossifumi saat diberitakan Lorenzo masih senang satu tim dengannya di Yamaha Factory Racing.

Terus juara pole dari rookie, itu hadiah mobil BMW, tanda Marquez jagoan kualifikasi. Dalam balapan sendiri-sendiri ia mahir mecari waktu tercepat. Marquez gagal mengkonversi jadi juara, karena hitung-hitungan poin di akhir-akhir seri sudah berbeda. Termasuk Lorenzo bisa mempersempit pundi dan akhirnya lebih banyak juara seri 2013, karena pengaruh tiga laga terakhir yang dimulai dari Oztrali.

Dalam tiga laga itu, di atas kertas Marquez sudah sulit dikejar. Artinya, nggak juara seri pun, poin sudah jauh. Faktanya, tercatat di klasemen MotoGP.com Marquez yang terbanyak poinnya. Piala juara dunia pun sedang dielus Marquez di rumahnya. Itu pun telah tercatat resmi di FIM.

Nah kembali kepujian Rossi. Di awal musim 2013, ia sering memuji Marquez dengan berbagai analisanya. Sebaliknya juga begitu, Marquez menganggap Rossi adalah panutan.  Sejak pertengahan musim sampai akhir 2013, puji-pujian keduanya redup, bisa dimaklumi karena beda merek yang dibela. Terutama lagi, sejak Rossi ditekuk Marquez di tikungan corkscrew di Laguna Seca, yang ini hanya dugaan. Dan di akhir 2013, Rossi berbalik menganggap Lorenzo yang terbaik, itu pendapat pribadi doski. Kan ditegaskan Rossi, “Itu menurut saya, lho!”

Maksudnya apa, Doc. Dulu kan sering ‘berantem’. Ito

BACA JUGA

MotoGP: Duka Mendalam Buat Nelson Mandela

MotoGP: Akhir Tahun Kelabu Bagi Rossi, Sibuk Main ke Gunung

Asia Talent Cup; Ke Aragon Coba Honda NFR250, Semua Ditanggung Dorna

MotoGP: Pulang dari Jakarta, Lorenzo Masuki Istana Baru di Barcelona

 

BAGIKAN