nhk

MotoGP Le Mans 2016: Empat Seri Lalu JL, MM Dan Rossi Masing-Masing Jadi Penguasa, Selanjutnya?

 

ManiakMotor – Mengecualikan GP Argentina yang tidak normal dengan flag to flag, tiga seri sebelumnya masing-masing memiliki penguasa. Losail mutlak Jorge Lorenzo dengan gaya halusnya menjalankan kontrol traksi. Austin dirajai Marc Marquez dengan tipe agresifnya, pas dengan lintasan bersama motornya. Valentino Rossi melenggang sedap di Jerez dengan tindakan The Doctornya yang percaya diri pada ban Michelin.  

Katiganya punya persamaan itu, juara telak saat juara. “Masing-masing punya gaya berbeda dan punya kesukaan pada tipe sirkuit. Ketiganya punya keunggulan mengelola throttle untuk mengatasi kontrol traksi di sirkuit-srkuit tersebut. Ini agak beda dengan elektronik canggih dimiliki pabrikan masing-masing sebelumnya, tangan kanan pada throttle (selongsong gas) sudah dibantu sepenuhnya oleh elektronik ketika terjadi masalah ban,” sebut  Ramon Forcada, kepala kru Lorenzo yang tiba-tiba jadi analis.

Seperti sampeyan tahulah. Di Jerez Shuhei Nakamoto, si bos HRC sudah mewanti Marquez untuk menyelesaikan balapan. Maksudnya jangan memaksakan mengejar, ketimbang nggak dapat apa-apa. Nakamoto sudah tahu dari segi motor, Honda di Jerez ‘tak mungkin’ bisa membendung M1 Rossi dan Lorenzo. Kalau dari segi Marquez, nggak diragukan lagi kapasitasnya di setiap sirkuit.

Omongan Forcada ini bisa dimentahkan pesan dari Nakomoto pada Marquez. Di Jerez memang soal percaya diri pada penguasaan sirkuit. Kalau sudah pede, otomatis throttle sudah sehati mengontrol traksi. Pede juga membangun set-up motor yang dibawa ke lomba. Dari tiga pembalap maut itu, di Jerez, RC213V  Marquez nggak siap-siap alias masih terus memainkan variasi set-up sampai sesi warm-up.  Juga boleh dilihat pada posisi Honda lainnya di setiap sesi sebelumnya.  

Tapi Forcada masih yakin soal kontrol traksi dengan ECU baru masih harus dibantu pergelangan tangan. Katanya, dengan pengaturan tenaga dari pergelangannya, Rossi bisa mengelola ban yang hanya punya grip kecil ditambah spin di Jerez.  “Rata-rata pada sliding, bahkan pada trek lurus utama di gigi kelima masih ada spin. Tapi Rossi cukup baik mengatasinya dengan elektronik saat ini,” tambah Forcada.      

Okelah Forcada. Tapi soal percaya diri pada sirkuit andalan masing-masing tetap intinya. Lorenzo pede tekniknya di Losail tadi. Marquez yakin di Austin dengan rekor-rekornya di situ. Rossi sangat pede pada bannya di Jerez. Ah, jangan ngajarin buruh terbang bro. Kalau begitu, balap terus ke Le Mans. Tahun lalu Lorenzo juaranya dan Rossi kedua. Itu sirkuit masih milik Yamaha. Tapi itu tadi, ketiganya punya peluang yang sama. MM   

BACA JUGA

MotoGP Le Mans 2016 (Jelang): Rossi Master Manajemen Ban, Punya Resep Kontrol Traksi

MotoGP Le Mans 2016: Isu Hangat Ban Dan Winglet, Saling Berkaitan Kah?

MotoGP Le Mans 2016 (Jelang): Arti Lirikan Rossi Pada Marquez Dan Lorenzo Di Atas Podium

MotoGP Le Mans 2016 (Jelang): Nih Pemain Satelit Terbaik, Layak Gantikan Lorenzo Di Yamaha

MotoGP 2016 (Jelang): Tenaga Ducati Mampet Di Jerez, Di Le Mans Punya Harapan

BAGIKAN