nhk

MotoGP: Marquez ‘Buang’ Mekanik Eks Stoner 2014, Gantinya Rombongan Moto2

 

 

 

ManiakMotor – Talenta Marc Marquez memang hueeebatttt, dan itu tak perlu diragukan. Tapi, salah satu penentu suksesnya jadi juara dunia 2013 adalah kumpulan mekanik eks Casey Stoner. Eh, mereka malah ‘dibuang’ pada musim 2014.

Ketika naik pangkat ke MotoGP, sebagian besar tim teknis MM adalah peninggalan Stoner. Mereka itu yang jatuh bangun memoles RC213V sehingga sehingga beringas sejak musim 2011. Sebagian ruh manuver RC213V yang lincah namun tenang berada di tangan mereka. Namun, MM berpikir lain dan merasa tim teknis lamanyalah yang paling berjasa.

Ia pun minta HRC memboyong sebagian besar krunya saat di Moto2 yang jelas tak punya pengalaman di MotoGP. Ada yang sudah menemani MM sejak sang bintang berusia 11 tahun dan itu adalah gambaran betapa dekatnya ia dengan para mekanik. Agar lebih paham pada RC213V, mereka pun dikirim ke pabrik Honda Racing Coorporation (HRC) di Jepang untuk pelatihan khusus.

Honda, seperti dibilang Prinsipal Tim Repsol Honda Livio Suppo, tak punya pilihan kecuali manut kehendak MM. “Sebagian besar teknisi itu memang datang bersama Casey. Tapi, kami sudah menyediakan pekerjaan lain yang bagus buat mereka meski tak semuanya bisa bertahan di tim pabrikan. Kami percaya kualitas teknisi yang diinginkan Marc bisa diandalkan, karena itu tak ada alasan untuk menolak,” ujar Suppo.

Para teknisi MM 20014 yang kurang jam terbang di MotoGP maka layaklah muncul kekhawatiran kalau pasukan baru itu justru melemahkan performa MM musim depan. Sangat jelas kalau tim eks Stoner lebih paham karakter RC213V dan bagaimana menyetingnya jadi jagoan di berbagai sirkuit.

Ditampik Suppo. Ia justru melihat sisi positif dari para ekanik lama MM. Sebab, pada dasarnya memang butuh kecocokan dan kesepahaman antara joki dengan teknisi. Hampir semua pembalap punya pegangan mekanik sendiri-sendiri.

“Marc ini menurut saya istimewa. Saya belum pernah melihat pembalap seperti dirinya yang menyatu dengan mekanik. Ia sering memilih makan bersama dan menjadikan mereka seperti sebuah keluarga.  Itu justru membantu dan menguatkan pada saat-saat tertentu. Contohnya adalah peristiwa menyakitkan di Philip Island lalu,” jelas Suppo.

Di GP Australia itu MM terkena diskualifikasi karena kesalahan strategi yang disuun tim teknisnya. “Saat itu sangat wajar jika MM kecewa atau marah karena kesalahan timnya. Tapi, ia yang justru menguatkan timnya  dan tetap berjuang bersama untuk juara dunia,” pungkas Suppo yang juga eks Stoner sejak bersama di Ducati dan kini tetap di Honda meski Stoner sudah cabut duluan.

Prediksi Suppo bisa benar, bisa juga salah. Hanya waktu yang bisa buktikan mekanik bawaan MM memang oke punya atau sebaliknya. Di Moto2 mereka sudah teruji, macam mana di MotoGP. Andro

 

BACA JUGA

MotoGP: Geber M1 Sesuai Maunya, Rossi Yakin Galak di 2014

Jadwal Asia Talent Cup, Sentul 19 Mei 2014

MotoGP 2014; ‘Kasus’ Rem M1 Rossi Beda Dengan M1 Lorenzo

MotoGP 2014: Dapatkan Mekanik Stoner, Redding Makin Pede

MotoGP 2014 Ciabatti; Monggo Dovi dan Cal Saling Jegal di Ducati

 

 

 

 

BAGIKAN