nhk

MotoGP Motegi 2016 Jelang: Mandeknya Yamaha M1, Set-up Di Tempat Kurang Jitu

Velentino Rossi pengembangan M1 2017

 

ManiakMotor – Pengembangan Yamaha dalam paruh musim 2016 ‘lari di situ-situ saja’. Entah pengembangan besar macam sodoran rangka dan lengan ayun, atau yang berhubungan langsung dengn set-up di sirkuit. Faktanya tujuh seri lalu, M1 terakhir juara di Catalunya atau ronde 7 pada 5 Juni 2016 lewat Valentino Rossi. Saat ini sudah menuju ronde 15 tanpa juara seri. Tandus brosist…

Yamaha M1 yang kelas pabrikan hanya bisa nonton Honda RC213V lima kali juara dengan ganti-ganti milik tim satelit dan pabrikan Repsol Honda Team. Saat sama diselingi Suzuki dan Ducati. “Yamaha tidak mundur, hanya lawan memiliki langkah lebih baik. Sasis dan lengan ayun terbaru pun, memang belum membawa kemajuan tapi masih diusahakan,” sebut Massimo Meregalli, direktur Movistar Yamaha MotoGP.

Paket sasis tersebut memang sorotan. Lawannya saat mengangkat isu yang sama pada dua barang itu, bisa melanjutkan sampai sekarang. Sedang kubu Yamaha terakhir yang kendengaran hanya Rossi yang menggunakannya. Itu pun nggak jelas hasilnya. Disebut nggak jelas karena belum ada hasil juaranya yang ada keluhan dan alasan.

Sasis ini ditenggarai memperbaiki manuver M1 di sudut-sudut tikungan yang berdekatan (lambat). Karena yang digunakan saat ini kelemahannya di situ. Elmu kira-kiranya begitu. Itu tanpa menghilangkan karakter yang sekarang asyik di tikungan cepat. Tapi rupanya Rossi belum puas saat diuji langsung di sesi latihan Brno.

Boleh juga seperti disebut Miragelli, pengembangan mereka yang jalan di tempat, bukan mundur. Juga disinggung dari pasukan teknisinya pada keberuntungan set-up, terutama yang berhubungan dengan ban. “Contoh sasis dan swing arm tidak sesuai harapan, bukan kerena kesalahan tim teknis. Sebab Michelin di saat sama bikin produk baru asymetris dan kompon medium. Jadi, ban ikut memainkan peran dalam pengembangan tim,” tambah Meregalli yang sekaligus memberi alasan test M1 2017 karena itu ditunda saat di Aragon kemarin.

Omongan Pak Meregalli sejalan dengan penampilan para pembalapnya di lapangan, eh sirkuit. M1 di awal seri  mantap dari segi handling dan Rossi sendiri mengklaim senang dengan Michelin, eh kalah soal ban pula. Contoh di Silverstone saat hujan, Rossi kalah strategi ban dari Cal Crutchlow yang pakai medium-medium tipe basah, Rossi hanya belakang doang. Atau di Misano, sama juga sudah memimpin jauh tersusul oleh Dani Pedrosa yang berjudi dengan ban soft depan belakang, sementara Rossi pakai kombinasi. Termasuk seri 14 di Aragon yang juga memimpin, tapi time-nya melorot di akhir-akhir lap.

Macam cerita Jorge Lorenzo di Aragon. Katanya power M1 sama sekali bukan masalah, tapi penyesuaian pada ban yang bikin bingun dirinya. Artinya, bukan mengajari para ahli. Tapi fakta setingan di tempat yang berkaitan dengan ban kurang jitu dari para teknisinya. Itu saja. Ito