nhk

MotoGP Motegi (2016) Jelang: Nasib Rossi Jangan Hanya Nyaris, Terlalu Pakai Otot

Valentino Rossi Juara 2016

 

ManiakMotor – Tahun lalu Velentino Rossi nyaris juara. Itu dengan  motor yang sebenarnya belum sepenuhnya pulih. Pulih sedia kala seperti sebelum dia ke Ducati, itu maksudnya. Dengan motor  terbatas itu, The Doctor boleh melayani dua jagoan Spanyol, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, walau akhirnya kalah lima angka di ujung seri. Itu pun di akhir seri start dari belakang. Tipis kan… eh di 2014 juga dia kedua di klasemen loh.

Sebenarnya nih, asli nih, sumpah pak, di awal seri tahun ini, Rossi berbunga-bunga saat seluruh pembalap menggunakan ‘motor yang sama’.  Degan M1 aturan 2016 dia punya semangat tersendiri. “Dengan aturan baru saya sangat percaya diri. Terutama dengan Michelin yang di masa lalu pernah membuat saya jaya,” kata Rossi di awal-awal seri dengan ‘mimpi‘ sanggup mewujudkan juara dunianya ke-10 di semua kelas grand prix motor.

Wajar Rossi percaya diri yang tinggi, karena di atas kertas M1 lebih cocok dengan ban aturan baru. Itu sesuai pengakuan Rossi sendiri. Di saat sama ECU seragam cocok pula pada M1. Itu telah tergambar pada latihan pramusim 2016. M1 saat itu terlihat dominan apalagi di awal seri ternyata motor lawan punya kelemahan pada akselerasi.

Tapi percaya diri yang tinggi ini – maaf ya ini hanya pandangan penulis portal ini – Rossi lebih banyak main otot. Kalau boleh dibilang overconpident. Wajar juga karena punya andalan motor tadi bersama latihan kerasnya. Namanya over terlalu berlebihan sehingga jadi bumerang. Dengan senjata tadi, Rossi tak pernah bisa  memimpin klasemen.  Sebab seharusnya dengan spek motornya yang ada posisinya bisa merebut itu.

Ya makin keras Rossi berusaha dan ternyata malah bikin kesalahan sendiri diawali dari Amerika. Disusul kesalahan yang lain, termasuk kesalahan tim teknik meracik mesin M1 di Mugello. Itu elektronik yang memutus pengapian agar rpm tak melewati batas, gagal membacanya. Gagal ketika saat rpm dibatasi tapi ternyata masih bisa berputar lebih tinggi saat M1 Rossi jumping di ujung trek lurus Munggelo yang memang ada jumpingnya.

Ketinggalan Rossi sekarang sama dalam tiga kali dia nggak finish. Dalam grafik bersama Marquez yang saingan utamanya sedang memimpin klasemen, sebetulnya keduanya saling mengalahkan tahun ini. Tapi itu tadi, ketinggalan oleh kesalahan sendiri. Juga point di klasemen sudah terawat baik oleh Marquez sejak dari Mugello. Ditambah malapetaka di Assen, ya makin sulit. “Sulit memang dengan sisa balapan tinggal empat seri. Tapi balapan belum selesai kok, point di atas kertas juga masih bisa dikejar,” sebut Rossi usai balapan di Aragon lalu.

Ayo Kang, jangan nyaris-nyaris melulu. Miolo

BAGIKAN