nhk

MotoGP Motegi 2016 Jelang: Rossi Biarkan Lorenzo Koar-Koar Mengejarnya Di Klasemen

Valentino Rossi vs Jorge Lorenzo Motegi 2016

 

ManiakMotor – Hanya berebut posisi kedua, tapi panas. Walau seri belum selesai, klasemen pertama memang agak berat, apalagi buat Jorge Lorenzo yang sudah ketinggalan 66 angka. Yang dia bisa kejar hanya posisi kedua diduduki Valentino Rossi, rekan setimnya. Selisihnya sih 14 angka.

Di saat sama hubungan keduanya memang hot. Makin mendidih sejak GP Misano lalu kala JL menyerang The Doctor dengan kata-kata cabenya, cabe juga pedas asama juga panas dengan cara menyalip. Makin mendidih memasuki GP Jepang di Moteg, minggu depan. Tuh sampai didihnya berasap, macam air mendidih.

JL sendiri yang mulai masak air, eh hehe. Intinya sebelum meninggalkan Yamaha akhir tahun ini, obsesinya hanya satu: mengalahkan Rossi di klasemen. “Merebut gelar sudah tak mungkin. Satu-satunya target adalah merebut posisi runner up kejuaran dunia. Itu juga posisi terhormat dan patut diperjuangkan. Setidaknya, peringkat dua lebih bagus dari nomor tiga,” ujar JL usai mengalahkan Rossi di GP Aragon.

Masuk Motegi, posisi Il Dottore selaku penghuni urutan 2 klasemen memang tengah digoyang JL. Rossi punya poin 196 sedangkan JL dengan 182, masih sangat terbuka dikejar dalam 4 sisa lomba musim 2016. Duel keduanya layak dinanti. Sebab, duel-duel dengan Marc Marquez bisa jadi tak akan berlangsung sekeras sebelumnya karena rider Honda itu tingal memenej keunggulan poinnya di klasemen.

Bagi JL, mengalahkan Rossi adalah gengsi tersendiri sebelum pisah dengan timnya dan pergi ke Ducati. Tentu saja hal sama berlaku buat Rossi, tak ingin dilecehkan lawan. Kan The Doctor juga manusia, punya hati dan perasaan!

Hanya saja Rossi tak ingin termakan oleh provokasi lawannya meski juga punya target tak ingin dikalahkan JL. “Harus fokus pada diri sendiri dan coba tarung semaksimal. Sulit kejar Marquez di kejuaraan dunia, walau di atas kertas masih ada peluang. Sekecil apa pun peluang itu, sepanjang hitungan matematikanya masih ada, ya saya anggap kejuaraan belum finish. Berjuang saja sekerasnya sampai benar-benar tak lagi ada peluang,” kata Rossi.

Ia seolah mengabaikan ancaman JL. Tapi, sesungguhnya, itu pulalah cara terbaik untuk meredam ‘kemarahan’ musuh abadinya sejak musim 2008 itu. Mengejar poin Marquez adalah cara terbaik untuk lari dari kejaran Lorenzo. Bukan lari dari kenyataan hehehe. Artinya, Rossi tetap harus melayani permainan JL.

Sama dengan biarkan saja JL koar-koar.  Andro