nhk

MotoGP Motegi 2016 Jelang: Tenaga Ideal GSX-RR Sudah Melimpah, Tinggal Setelan Bawah

Suzuki GSX-RR Juara MotoGP

 

ManiakMotor – Kemenangan Maverick Vinales dengan Suzuki GSX-RR di Silverstone, tanda mesin Suzuki punya enerji. Itu sirkuit yang sebenarnya mengumbar tenaga. Memang sih tenaga di Silverstone, tenaga yang putarannya sudah berlangsung (ideal), karena sirkuit cepat. Maksudnya bukan seperti di Aragon yang beberapa tekongannya, kudu mempersiapkan tenaga dari awal untuk akselerasi.

Tapi itu modal buat Suzuki untuk pengembangan Suzuki di Jepang. Terutama para insinyurnya. Itu  yang ditangkap Davide Brivio, mantan manajer Valentino Rossi yang dalam dua tahun ini menggerakan pasukan Suzuki di MotoGP. “Kemenangan ini menjadi stimulus penting. Selama ini tak ada target menang. Suzuki hanya pasang target 6 Besar pada kompetisi dan berusaha naik podium jika ada kesempatan. Benar, kemenangan itu mengejutkan, apalagi di lintasan kering. Dampaknya sangat positif dalam pengembangan,” katanya.

Dan, Vinales pun bersaksi. Kan dia yang paling tahu GSX-RR makin mantap atau tidak, wong dia yang geber dan juara di Silverstone! Rider 21 tahun itu bilang Suzuki sudah kompetitif di semua lintasan. Setelannya sudah gampang diracik dan enak dibesut. “Beda kalau di lintasan panas masih harus berbenah. Tapi, banyak kemajuan usai Silverstone. Sedikit demi sedikit sudah mendekati tim lain dan sebentar lagi saya harap sudah bisa melawan,” ucap Vinales yang mengambil tolok ukur finish urutan 5 di Misano dan urutan 4 di Aragon yang dua-duanya balapan di cuaca panas.

Di Aragon, Vinales sempat memimpin selama 7 laps sebelum ban motornya tergerus. Dalam 11 lap berikutnya ia bisa bertahan di zona podium, hingga akhirnya turun ke posisi 4. Selain akibat ban yang semakin habis dan harus dijaga sampai garis finish, juga soal akselerasi dari tenaga bawah tadi. “Kami sudah bertahan dan kompetitif dalam 18 laps. Itu kemajuan luar biasa di lintasan kering. Sejauh itu saya imbangi Lorenzo dan Rossi, itu pengalaman hebat,” kata Vinales yang di Aragon itu memang tak berkutik saat disalip Marc Marquez yang akhirnya juara.

Karena itu Vinales berharap utak-atik ECU berikutnya bisa dapatkan setingan yang bisa memperpanjang usia ban. Juga memberi tenaga yang banyak untuk akselerasi. “Prosesnya sudah dekat. Bila itu terpenuhi, bisalah bertarung konisten di baris depan,” tegas Vinales, calon tandem Rossi di Yamaha tahun depan. Andro

BAGIKAN