nhk

MotoGP Motegi 2016 Jelang: Yamaha Gagal Musim 2016, Gelar Konstruktor Sebagai Penghibur

Yamaha,MotoGP, Rossi, Lorenzo

ManiakMotor – Peluang tim Yamaha merebut juara dunia 2016 motogp sudah sangat tipis. Valentino Rossi yang defisit 52 angka atas Marc Marquez (248), cukup sulit untuk bisa melewatinya. Sekalipun, katakanlah sisa empat balapan terus dimenangkannya. Tapi, Marquez dengan Honda RC213V sangat kuat dan konsisten sepanjang seri. Jadi, Yamaha pada musim balapan 2016 ini boleh dibilang gagal.

Terutama, gelar juara dunia untuk pebalap dan ini paling bergengsi. Hiburan buat skuad garputala tinggal mengincar gelar konstruktor. Peluang itu sangat besar, mengingat, meski peringkat kedua sementara dengan 278 angka, Yamaha hanya terpaut 13 angka. Gelar lainnya, juara tim.

Apa indikasi Yamaha bisa divonis gagal? Ya itu, manajemen tim MoviStar Yamaha tak bisa menghantar pebalapnya merebut mahkota juara. Lebih parah lagi, setelah Barcelona, Spanyol (ronde 7) sampai kembali lagi ke negeri Matador (Aragon, ronde 15), Yamaha tak pernah menang. Malah dua tim satelit Honda dapat mencicipi podium pertama melalui pebalap Jack Miller (Marc VDS) di Assen dan Cal Crutchlow (LCR Honda) di Brno (Ceko).

Artinya, tenaga Yamaha M1 kalah kencang sama Honda RC213V. Terlebih di trek lurus. Ketika menuver di tikungan patah atau rapat, tampak akselerasi Honda lebih unggul. Dua keunggulan itu sudah dipertontonkan Marquez di Aragon ketika melorot kelima, saat dirinya hampir jatuh di lap kedua. Tapi, posisi terdepan itu dengan cepat direbut MM kembali.

Kemudian, di setiap seri, baik Rossi maupun Lorenzo harus kerja keras, mulai dari sesi latihan pertama sampai keempat selama dua hari. Utamanya, menjaga kecepatan dengan Honda jangan sampai lebih dari 0.500 detik. Belum dapat setingan yang tepat, kedua pebalap dihadapi masalah ban baru dari Michelin. Bikin repot lagi, jika cuaca tidak mendukung. Sasis  dan lengan ayun baru yang diberikan pada Rossi pun tidak banyak membantu.

Di soal dua komponen baru itu, tim Yamaha agak berlaku kurang adil. Sekalipun Lorenzo sudah tidak memperkuat Yamaha tahun depan, seharusnya ia tetap dikasih. Buktinya, di Aragon juara dunia tiga kali itu dapat mengalahkan Rossi.

Singkatnya, dengan kecilnya peluang Rossi merebut gelar juara dunia berarti manajemen tim MoviStar Yamaha gagal. Sisa empat balapan sudah diputuskan untuk konsentrasi membuat langkah maju M1 tahun depan. Fokusnya, mengejar tenaga puncak dan traksi. Dua sektor ini bikin Yamaha kalah sama Honda. Maliq

BAGIKAN