nhk

MotoGP Mugello 2016 Jelang: M1 Rossi-Lorenzo Makin Pede Pada Karet Hitam, Honda Kejar Terus

 

ManiakMotor – Yamaha cocok dengan Michelin dan Honda dengan Bridgestone. Itu sudah lama memang jadi cerita. Lima ronde lalu sudah menggunakan Michelin dan Yamaha kelihatan enteng dengan karet hitam buatan Prancis itu lewat dua pembalapnya. Memang, bukan soal ban saja penentunya.

Yamaha sudah tiga kali menang dan Honda dua kali dari lima seri berlalu, lewat Marc Marquez, tok. Kebetulan di Argentina lomba tidak normal alias flag to flag. Kebetulan juga di Amerika si Marquez sangat menguasai sirkuit Austin. Ia bisa menutupi kelemahan motornya bersama ban. “Michelin bikin bingun. Setiap seri memakai ban yang berbeda-beda rasanya,” tutur Marquez yang bersikap bekerja keras melacak pembenahan motor agar bisa pas dengan ban, ketimbang menyalahkannya.

Analisa Yamaha lebih kena sasaran, ketika membangun motor sesuai regulasi 2016, termasuk di dalamnya ban. Boleh dilihat dari insinyur Yamaha, dua pembalapnya membawa dua M1 yang berbeda. Yakni yang M1 benar-benar baru 2016 dan yang masih rasa 2015. Kedua pembalapnya pun masih lebih suka yang gado-gado. Bisa saja, yang gado-gado tepat dengan kompon Michelin.

Tidak dijelaskan detil apakah spek sasisnya masih sama dengan 2015, kalau mesin memang harus ganti dengan aturannya membawa bensin 22 liter. Juga pakai engine control unit (ECU) seragam. “Kalau ban Michelin saya anggap mantap, asal jangan bikin kesalahan,” kata Rossi yang memuji-muji Michelin yang pernah mengantarnya juara MotoGP berulang-ulang. “Michelin sangat cepat merespon keluhan peserta,” puji Lorenzo di Le Mans, walau di Jerez sempat ngomel-ngomel soal ban. Dua omongan jagoan Yamaha ini, isyarat M1 mereka pas dengan Michelin?

Itu dibanding Honda. Apalagi  Honda masih ditambah persoalan mereka yang terlacak di tes pramusim ‘kurang siap’. Boleh dilacak pula pada omongan-omongan Marquez dan Dani Pedrosa saban datang ke balapan sibuk cari setingan. Dua seri lalu masuk Eropa yang sebenarnya sirkuit Jerez lintasan adil antara Yamaha dan Honda, tetap Yamaha masih 1 – 2.  

Juga ada pendukung lain lewat pembalap satelit. Satelit walau pakai ‘sisa-sisa’ teknologi pabrikan, paling tidak pakai  merek motor sama dengan induknya. Rata-rata posisi Yamaha jauh lebih baik dari satelit Honda. Bahkan salah satu pembalap satelit Yamaha belum pernah jatuh dari lima seri lalu. Pembalap satelit Yamaha ke-6 di klasemen. Honda malah kalah dari pemain satelit Ducati. Para pemain satelit Honda berada di 17 ke bawah. Waw…

Kalau analisanya fokus pada ban, cetakan ban memang kudu mengubah karakter motor. Pakai ban lama lingkarannya 16.5 inci, sedang Michelin 17 inci. Pastilah berpengaruh pada hitungan geometrinya. Mengubah format kompaknya mesin dan rangka.  

HRC kudu mengejar riset mereka sembari seri berjalanan. Tapi dijawab  Pedrosa. Dia bilang sangat sulit melakukan pengembangan, selain waktu tes sangat kurang, juga mesin telah disegel, padahal pada mesin tersebut masih ada yang bisa dikoreksi. “Ban pun sama saja. Pengembangan motor ggak pernah tuntas, karena konstruksi ban setiap seri berubah,” kata Pedrosa menutup cerita ini. 

Tenang, Marquez masih kedua di klasemen kok. Ito

BACA JUGA

MotoGP Italia 2016: Nasib Pedrosa Segera Diumumkan Jelang Mugello, Ke Yamaha?

MotoGP Italia 2016 Jelang: Ducati Tunda Pengumuman Pendamping Lorenzo, Usai Mugello

MotoGP Mugello 2016 Jelang: Tinggal 3 Pembalap Belum Jatuh! Kata Rossi Cs, Jangan Bikin Kesalahan

MotoGP Mugello 2016 Jelang: Rossi, Klasemen Ramai Lagi, Kembali Ke Awal

MotoGP Le Mans 2016 Pasca Race: Ups… Senangnya Suzuki Lewat Vinales Bediri Di Podium

BAGIKAN