nhk

MotoGP: Nih Posisi Dan Peluang Valentino Rossi Sebenarnya Pada 2016

 

ManiakMotor – Boleh orang bilang Marc Marquez dan Jorge Lorenzo sedang dalam top performa mereka. Jangan salah, Valentino Rossi juga sedang menikmati balapan sejak balik dari Ducati yang amburadul ke Yamaha. Prestasinya 2013 ke-4, 2014 ke-2 dan 2015 nyaris juara. Tahun depan bisa juara, siapa tahu. Nggak kalah top grafiknya.

Apalagi Rossi sudah memprediksi pertarungan ke depan akan semakin rapat dan asyik. Sudah ada strategi dalam bayangannya yang akan ia gunakan. Tentu dipetik dari satatus joki paling lama jam terbangnya di antara peserta sama dengan berpengalaman, Termasuk di dalamnya soal mengelola fisik pada umurnya 37 tahun. “Umur 36 dan 37 tahun tidak terlalu jauh bedanya, tipis-tipis,” semangat Rossi seperti memompa diri sendiri.

Menurut Davide Brivio yang mantan manajer Rossi dan saat ini manajer  Suzuki MotoGP, peluang Rossi tetap terbuka 2016. “Terutama soal pengalaman mengembangkan motor,” kata Brivio. Sebenarnya sudah ditulis sebelumnya,  coba baca ini; MotoGP Jelang 2016: Rossi Masih Berpeluang Dengan Regulasi Baru, Bisa Makin Ganas..! Kebetulan ada yang memang harus dikembangkan untuk edisi balap 2016. Yakni berubahnya penggunaan ban.

Tidak sekadar ganti karakter kompon, namun juga diameter karet item yang jadi 17 inci digunakan Michelin. Ban itu berpengaruh seperti cerita Rossi di awal test pramusim di Valencia, Spnyol, bahwa distribusi bobot secara keseluruhan berubah. Selanjutnya tentu akan dicetak  rangka baru dan mesin untuk mengatur  geometrinya. Rossilah jadi andalan dengan pengalamannya pada soal research and development alias R&D tersebut.  

Belum lagi elektronik seragam yang juga butuh R&D. Setelah itu berlanjut pada trial and error alias uji coba yang akan dilakukan saat test pramusim dan saat serial sudah berlangsung. Error itu yang akan menguntukan Rossi dengan tekunnya doski terhadap M1. Menekan kesalahan sehingga tetap konsisten di 2016. Ya kira-kira begitu bro, namanya juga prediksi yang ada argumennya.

Urusan belakangan yang memanfaatkan R&D-nya Jorge Lorenzo. Tapi Lorenzo akan ketinggalan selangkah di awal-awal seri seperti serial 2015 ketika M1 makin jadi. M1 edisi 2015 yang oke duluan milik Rossi bro. Apalagi, Lorenzo saat ini sibuk plesiran, ya mirip usai juara dunia 2012 habis itu lupa urus fisik.

Selebihnya, nilai kesalahan bisa ditekan pada trial and error, akan bermanfaat buat Rossi di awal-awal seri 2016 untuk konsisten mengumpul point dan data. Begitu elmu kira-kiranya. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2016: Omongan Bos F1 Bikin Panas Telinga Fans Valentino Rossi

MotoGP 2016: Aturan Elektronik Baru, Unggulan Tetap Motor Rossi Cs

MotoGP 2016: Michelin Dan Rossi, Segera Dapat Set-Up, Masa Lalu Anak Emas..!

MotoGP Jelang 2016: Rossi Masih Berpeluang Dengan Regulasi Baru, Bisa Makin Ganas..!

MotoGP Test Jerez Jelang 2016: Marquez-Pedrosa Fokus Kinerja Mesin RC213V 2015 Dengan Elektronik

MotoGP Test Pramusim 2016 Sepang: Suzuki Bisa Galak, Sudah Paasang Seamless Shift Gearbox (SSG)

BAGIKAN