nhk

MotoGP: Rossi Tegaskan Ulang Juara Dunia 2015, Jaminannya M1 Dan Mekaniknya

 

 

ManiakMotor – Mekanik yang menangangi M1 Valentino Rossi sekarang dianggapnya berhasil bekerjasama dengan Yamaha. Tentu bahu membabahu membangun M1 yang bisa dibawanya 13 podium 2014 dan dua juara seri. Mereka telah maramu M1 yang mampu mendekati kecepatan Marc Marquez. Jelas diringi Rossi sendiri sakses memompa mental dan fisiknya 2014.

Itu modal Rossi untuk menggenapkan juara dunia ke-10 kali dalam karirnya pada wawancara khus yang dimuat MotoGP.Com. Isi wawancaranya selebihnya sama saja dengan ucapan-ucapannya selama ini. Bahwa 2014 adalah momentumnya melihat kinerjanya masih sanggup atau tidak berkempetisi ke depan. “Faktanya saya selalu terlibat di tiga besar, seperti janji awal saya pada 2013,” kata The Doctor alasannya memperpanjang kontrak dengan Yamaha sampai 2016.

Rossi yakin Pak Silvano Galbusera sebagai kepala mekaniknya mampu menyediakan M1 yang siap pakai. M1 yang akan sanggup melawan RC213V terutama yang dinaiki Marquez. Karena menurut Rossi, parameter mencanangkan juara dunia adalah anak Spanyol itu. Ia kembali cerita fakta yang satu-satunya tak bisa dilawan tahun ini hanya Marquez.

Tetapi katanya paruh musim 2014, kemampuan Marquez bisa dilawan semotor-motornya. “Andai saja performa M1 sudah seperti paruh musim, bisa jadi Marc tak semudah itu mendapatkan 11 menang di seri-seri awal. Kesenjangan motor terlalu besar di awal musim. Di paruh musim nggak begitu,” kata Rossi yang memang paruh musim Marquez hanya juara seri dua kali.

Membaiknya M1 tak melulu cerita Rossi dalam wawancara tersebut. Tapi juga para petingginya dalam eveluasi mereka baru lalu. Katanya dari segi manuver M1 mengalir di semua jenis tikungan, apalagi tikungan cepat. Itu ada kaitannya soal distribusi bobot yang balance setiap kali perubahan kecepatan dan arah.

Perubahan kecepatan yang dimaksud adalah saat off-throttle yang pasti motor berubah dari cepat ke lambat. Dan selanjunya adalah on-throttle atau membuka gas dari lambat ke cepat yang berkaitan dengan akselerasi. Sedang perubahan arah, ya zig-zag. Pada area ini, Yamaha bisa memperbaiki dari rangka dan suspensi beserta detil-detil lainnya.

Pengereman saat ini juga mampu mengontrol motor pada sasaran racing line. Maklum, di MotoGP fungsi rem bukan semata menghentikan motor, juga bagian dari kontrol. Tapi ada yang bertolak belakang dengan evaluasi para petinggi Yamaha dengan omongan Rossi dan Jorge Lorenzo. Kata para petinggi girboks sudah oke, tapi kata pembalapnya butuh pengembangan terutama saat turun gigi SSG-nya belum semulus lawan.  “Tahun depan selain Marc, Jorge (Lorenzo) juga kuat, jadi tetap berusaha membangun motor yang siap pada semua situasi,” tambah Rossi yang mungkin sekalian memperbaiki SSG saat turun gigi?   

Senjata Rossi berikutnya adalah kerja, kerja, dan keras. Itu beda dengan kabinet Indonesia sekarang, nggak ada kata kerasnya. Tentu juga pakai otak  untuk meraih cita-citanya juara dunia ke-10 kali. Itu mutlak dengan melatih fisik yang tak hentinya. “Itu strartegi kalu ingin masuk dalam permainan di papan atas. Kalau hanya mengenang juara-juara sebelumnya tak ada artinya, karena yang dihadapi ke depan. Maka kerja, kerja, dan keras,” ulang Rossi soal strategi yang mengaku kemenangan di Misano 2014 adalah juara spesial karena di depan publiknya.

Tentu dibantu kru mekanik pimpinan Pak Galbu dan Yamaha sperti di awal tulisan tadi. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2014: Beralih Dari Honda RCV1000R ke RC213V, Redding Masih Kelimpungan

Moto2 2014 Test Pramusim 2015 Valencia: Rabat Tercepat, Marquez Terjatuh

MotoGP 2014: Brno Paling Hot, Losail Paling Buruk, Faktor Rossi – Marquez

Rafid Topan Dan Nurgianto: Terhenti Di Kualifikasi FIM CEV Repsol Di Valencia 2014

 

BAGIKAN