nhk

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang FP1/FP2: Rossi Berharap Kering, Michelin Baru Tanda Tanya

ManiakMotor – Para pendekar kelas raja alias MotoGP sudah berada di sirkuit Sachsenring, Jerman. Mereka akan melakukan laga di seri-9 di lintasan pendek 3.7 km dan berlawanan arah jarum jam, Ahad (17/7). Seperti biasa, sebelum mulai sesi latihan bebas siang ini, Dorna menunjuk beberapa pembalap untuk konferensi pers, kemarin. Tapi Valentino Rossi tak hadir dan dia ditanya wartawan di tempat terpisah soal ban baru Michelin asimetris.

Juara dunia 9 kali – 7 di kelas raja, masing-masing satu di 125 cc (moto3) dan 250 cc (moto2) – menjawab sedikit diplomatis. Wajar, lah wong dia aja belum menjajalnya. Dikatakannya, memahami ban baru, terutama cara kerjanya akan menjadi kunci sukses di Sachsenring. Ia sendiri tetap mewaspadai sifat tertentu dari lintasan dan percaya kinerja performa kompon depan asimetris. “Bersama cuaca yang tak terduga  akan jadi kunci di akhir pekan ini,” kata Rossi yang komentarnya agak berbeda dengan rilis yang banyak menyudutkan ban depan Michelin.

Rossi sangat tidak berharap hujan turun di tengah lomba. Kalau mau, curah air dari langit jatuh jelang lomba. Maksudnya hujan ya hujan, jangan hujan lantas kering atau dari kering jadi basah. Rossi yang kini berada di urutan ketiga klasemen sementara dengan 103 angka, berambisi memperkecil margin ketertinggalannya 42 angka dari Marc Marquez. Sebab nggak mungkin melewatinya dengan sekali balap kalau ke-1 hanya dapat 25 point. Belum lagi kalau Marquez podium, pergerakannya kecil. Beda kalau lawan melakukan kesalahan.

Dari arah ceritanya seolah Michelin dengan ban barunya akan menciptakan banyak ketidakpastian. Jadi, pada sesi latihan pertama ini, Rossi paling utama akan fokus untuk memahami lokasi ban depan, mencakup dua kompon dari tiga pilihan. “Trek ini sangat khusus dan berbeda dengan semua lintasan,” tegas Rossi dalam jumpa pers. Ketika bersama Bridgestone tahun lalu, lanjutnya, kami punya banyak masalah untuk memperbaikinya. Penyebabnya, semuanya ada di sebelah kiri yang memang sirkuit ini banyak menikung kiri.

Itu, kan Bridgestone! Mungkin beda dengan Michelin? Makanya coba dulu dong dalam free practice. Tapi, sebagai pembalap berpengalaman, biasanya  analisis VR tidak meleset. “Anda perlu senyawa sangat keras di sisi ban sebelah kiri. Setelah dua atau tiga belokan biasanya situasinya sangat riskan. Untuk alasan itu, jadi tanda tanya besar kinerja ban,” tambah Rossi yang kalimatnya seharusnya dijawab oleh Michelin.

Belum lagi, faktor cuaca. Sesuai ramalan, di Sachsenring pekan kini cukup buruk. “Ya, bisa menjadi akhir pekan yang sulit dengan cuaca. Semua orang berharap kering dan tahun lalu baik dan kami bisa bekerja dengan bagus pada motor,” kenang Rossi yang tahun lalu finish ketiga di belakang duo Honda dan dalam jumpa pers mengakui, trek Sachsenring ini yang baik untuk kedua pembalap Honda. :Mereka sangat cepat, tapi kali ini, kami akan melihat elektronik dan ban baru pada motor untuk siap dan kompetitif di semua kondisi,” sebutnya.

Ketika ditanya dengan cara apa Yamaha M1 telah dikembangkan sejak awal musim sampai pertengahan seri ini untuk melawan di Sachsenring yang banyak memainkan gigi rendah? Rossi mengungkapkan, pada awalnya ban depan Michelin menuntut ada perubahan pada motor. “kami sempat menguji tiga sampai empat kali tahun lalu dan ini memberi rasa khawatir karena kami sempat terjatuh dan punya feeling dengan roda depan. Syukur, akhirnya Michelin meningkat cukup baik, terutama dengan roda depan,” tutup Rossi.

Mari kita tunggu hasil latihan bebas (FP) pertama hari ini atau Jumat 15 Juli 2016. Rezki 

BACA JUGA

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang :Rossi Gelisah, Lorenzo Yakin Bisa Pecah-Pecahin Telur 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang : Wadu…uuuhh, Rossi Gelisah Tampil di Jerman, Padahal Performa Motor Bagus 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang : Sss…sstt!! Indonesia Batal Tuan Rumah MotoGP 2017, Ini Alasan Dorna 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang: Sirkuit Stop And Go, Ujian Akselerasi RC213V Dan Ratanya M1

BAGIKAN