nhk

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang FP3/FP4/Q2: Ini Sebab Rossi Terpuruk ke-14 FP2

ManiakMotor – Suhu dingin, grip ban depan pada motor M1 Valentino Rossi sangat kurang, membuatnya tak percaya diri. Maka pada penutupan FP2 “GoPro Motorrad Grand Prix Deutschland” kemarin (15/7) cukup mengejutkan. Rossi terjerembab di urutan ke-14 dan lebih parah rekan setimnya, Jorge Lorenzo terpuruk dua tingkat di bawahnya (urutan ke-16). Sangat jarang The Doctor keluar dari 10 besar, tiga seri lalu malah bisa dibilang pemmbalap tercepat.

Seperti sudah dikeluhkan Lorenzo bahwa Yamaha M1 tidak kompetitif di semua area. Tapi, kondisi dingin yang tiba-tiba tampak memukul semua pembalap Yamaha. Tak cuma tim pabrikan, tim satelit pun mengalami nasib podo. “FP1 dan FP2 sangat sulit cuaca sangat buruk. Ban depan tak punya kemampuan bersenyawa dengan aspal. Saya nggak percaya diri untuk mendorong lebih keras. Berbahaya dengan kondisi lintasan dinging. Bayangkan dengan pilihan ban depan yang lembut, masih terasa keras,” keluh Rossi yang Sabtu ini berdoa matahari di sekitaran Sachsenring akan muncul.

Kemarin memang awan tebal berada di atas Sachsenring. Lintasan di FP1 berkisar 15oC dan FP2 sekitar 19oC, ya termasuk dingin. Kompon depan pada Yamaha, panasnya nggak mencapai ideal untuk menyatu dengan aspal Sachsenring. Nggak ada pegangan, sehingga Rossi sendiri nggak berani mendorong motornya lebih laju. Apalagi melihat Lorenzo jumpalitan di R11 akibat kasus yang sama.

Rossi menceritakan, ketika pagi datang ke Sachsenring, perasaannya masih senang dan tenang. Tapi, begitu gerimis di FP1 dia nggak banyak keluar dari pit. Sorenya ia bekerja bersama tim atau du FP2 mengggunakan ban bekas, untuk mendeteksi perilaku motor dengan ban yang bekas pakai tersebut. Ban bekas pakai ini berguna untuk penyesuaian pada lomba, sebab namanya ban juga akan jadi bekas seiring lap lomba berjalan.

Girp bagian kanan dianggap Rossi kurang cepat panas. Tak cuma di tikungan 11, tapi dua tikungan lainnya yang mengarah ke kanan. Tidak didukung daya cengkeram depan yang baik, Rossi pun sadar diri. Ia tak berani memecut M1 sampai 100%. Beda sama rekannya, karena penasaran, coba melaju lebih cepat dari lap sebelumnya. Akibatnya, terjungkalah si Lorenzo.

“Saya berani mendorong motor jika memiliki perasaan yang jelas. Dan tikungan 11 merupakan titik berbahaya dan sangat cepat. Lebih baik menunggu kondisi berubah esoknya (maksudnya, hari Sabtu ini),” papar VR. Menurutnya, Sachsenring tipe lintasan  sangat ketat dan menuntut fisik yang tinggi lantaran trek pendek dan menempuh 30 lap. “Dan bagian pertama trek adalah satu-satunya  tempat, terutama tikungan-tikungan kirinya membuat Anda tertinggal 25 detik,” sebutnya.

 Pengalaman di Assen, ternyata telah menjadi pelajaran buat dirinya di Sachsenring. Makanya, ia tidak ngotot kala FP2. Tunggu saja aksi Vale di FP3 untuk berusaha langsung ke Q2. Rezki

 

BACA JUGA 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang FP3 : Lorenzo Keluhkan Yamaha M1 Tidak Kompetitif di Semua Tikungan 

MotoGP Sachsenring 2016 FP2: Tercepat Vinales, Ke-2 Iannone, 3 Marquez, Yamaha Di Luar 10 Besar 

MotoGP Sachsenring 2016 FP1: Iannone Tecepat, Maruez Ke-2, Rossi 4, Lorenzo Jatuh 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang FP1/FP2: Pakai Setingan 2015, Rossi Coba Akhiri Dominasi Akselerasi Honda 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang FP: Lorenzo Gabungkan Le Mans dan Mugello Sebagai Semangat Memenangkan Seri-9

BAGIKAN