nhk

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang FP3 : Lorenzo Keluhkan Yamaha M1 Tidak Kompetitif di Semua Tikungan

ManiakMotor – Mental Jorge Lorenzo sudah goyah sebelum berlaga pada “GoPro Motorrad Grand Prix Deutschland” di Sachsenring, Ahad (17/7). Selain karena terjatuh di tikungan ke-11 yang dijuluki ‘waterfall’ saat FP1, kemarin, masih ada faktor lain. Paling utama dituding pembalap Spanyol ini Yamaha YZR-M1 tidak kompetitif di semua area.

Nah, lo! Gawat dong! JL merasakan kelemahan itu ada pada pengereman, akselerasi dan ketika di bagian tengah tikungan. Waduh…Tiga masalah itu justru merupakan modal utama yang harus ada pada motor untuk menaklukkan Sachsenring berciri lawan arah jarum jam yang mempunyai 13 tikungan rapat-rapat. Tentu motor butuh kombinasi akurat antara akselerasi dan pengereman di trek pendek berjarak 3,7 km itu.

Apa yang dikeluhkan JL bukan untuk membela diri akibat ia terjatuh di FP1. Ini bisa dilihat dari hasil lap time. Ketika di FP1 ia terpuruk di urutan ke-12 dengan waktu 1:25.353 detik dan tertinggal 1,6 detik sama Andrea Iannone sebagai yang tercepat. Lebih parah justru di FP2, calon pembalap Ducati itu terpental lebih jauh berata di peringkat ke-16. Catatan waktu Jl yang 1:23,824 memang lebih cepat dari FP 1, tapi tetap kalah cepat 1,6 detik dari yang terdepan diukir calon penggantinya di Yamaha, Maverick Vinales dengan 1:22,161.

Bisa jadi, penyebab Yamaha M1 tidak kompetitif di semua area dipicu oleh regulasi baru FIM mengenai ECU baru. Diperparah lagi, pembalap disemati ban baru asimetris dari Michelin. Sehingga, baik di FP1 maupun FP2 para joki masih meraba, dan mungkin belum ketemunya setelan yang pas juga. Buktinya, Valentino Rossi yang FP1 di urutan 4, pada FP2 terjerumus sampai di urutan ke14.

Tapi, perihal kejatuhan JL ini bisa jadi akibat kondisi trek yang dingin lantaran sempat disiram gerimis saat awal FP1 moto3. Bisa benar bisa juga salah, yang pasti tentu kesalahan JL. “Aspal itu sangat dingin dan saya masuk (di tikungan 11) sedikit lebih cepat dibandingkan lap sebelumnya. Dan beberapa derajat sudut kemiringan dan kemudian depan ditutup (rem). Padahal, aku jauh lebih lambnat dari tahun lalu, tapi kondisi dan ban yang tidak sama,” jelas JL.

Nah, udah tahu kondisi rem kurang bagus dan ban masih baru belum paham karakternya. Kok, nekad berani ngerem deket. Mungkin ini yang dicoba Lorenzo gabungan Le Mans dan Mugello sama dengan jatuh, deh.

Mengenai kondisinya, ia mengaku baik-baik saja. Meski mengalami patah tulang, “Saya bisa naik seperti biasa,” tegasnya. Selain dirinya, terlebih dulu jadi korban ‘waterfall’ adalah Scott Redding dan Stefan Bradl. Tikungan ini mempunyai off-chamber yang, “Dan Anda tiba setelah sebelumnya banyak merebahkan motor ke kiri,” jelas Lorenzo.

Peluang Lorenzo akan ditentukan pada FP3 dan FP4. Jika ia mampu masuk lima besar, tentu bisa memulihkan semangat dan mentalnya untuk dapat bersaing sama Honda. Kita tunggu hasil FP3 pagi ini (siang di Indonesia). Rezki

 

BACA JUGA 

MotoGP Sachsenring 2016 FP2: Tercepat Vinales, Ke-2 Iannone, 3 Marquez, Yamaha Di Luar 10 Besar 

MotoGP Sachsenring 2016 FP1: Iannone Tecepat, Maruez Ke-2, Rossi 4, Lorenzo Jatuh 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang FP: Lorenzo Gabungkan Le Mans dan Mugello Sebagai Semangat Memenangkan Seri-9 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang :Rossi Gelisah, Lorenzo Yakin Bisa Pecah-Pecahin Telur

 

BAGIKAN