nhk

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang: Marquez Sekarang Konsisten dan Sabar, Ini Pemicunya

ManiakMotor – Marc Marquez yang memimpin klasemen sementara dengan 145 angka bisa dibilang pembalap yang sampai putaran ke-8 di Belanda, kemarin tampil konsisten. Dialah satu-satunya di antara dua seterunya (Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi) yang mampu mendulang angka di setiap seri lomba. Kelahiran 17 Februari 1993 ini percaya kalo penampilan yang konsisten ini berkah dari perjuangan dan kejadian tahun lalu.

Yup, seperti pepatah pengalaman adalah guru paling berharga. Perseteruan yang ‘kurang sehat’ sama The Doctor banyak memberi perubahan pada MM saat menghadapi musim lomba sekarang. Paling tidak, perubahan itu tampak pada mentalnya. Contoh paling dekat, ya di sirkuit Assen. Ia tidak memaksakan diri di luar kemampuannya untuk mengejar Jack Miller. Karena, ia sadar, dengan mendapat tambahan 20 angka bisa memperenggang jarak poin dengan JL kedua (121) dan VR (103).

Diakuinya, untuk menghadapi tantangan yang ambisius seperti merebut gelar juara dalam situasi saat ini, perlu perubahan mentalitas. Trus, kondisnya pun berbeda ketika merebut mahkota juara pada 2013 dan 2014 yang dengan mudah. Banyak faktor pemicunya.

Honda RC213V sekarang, katanya, tidak sehebat saat menyabet juara dunia. Ban Michelin tidak sama dengan Bridgestones dan elektronik tidak banyak membantu seperti sebelumnya. Jadi, lanjut Marquez, semua yang mengarah ke situasi yang tidak stabil bisa membuat kita melakukan kesalahan. Seperti itulah yang dialami tahun lalu sampai emosinya terpancing ketika bersaing sama VR.

“Semua manusia belajar dan apa yang lebih baik dilakukan ketimbang Anda membuat kesalahan,” tambah Marquez yang sampai seri 8 lalu baru dua kali naik podium pertama. Tidak jelek juga lantaran Rossi pun juga dua kali menang, kecuali Lorenzo unggul satu kemenangan. Namun JL pernah dua kali pulang balap dengan tangan kosong alias tidak dapat angka  di Argentina dan Spanyol. begitu pun Rossi juga dua kali masing-masing di Amerika dan di rumahnya, Mugello (jebol mesin).

Adanya perubahan pada diri MM disambut senang oleh bos Honda (HRC) Livio Suppo. Di Assen, sebutnya, Marc telah menunjukkan seorang pembalap master bagaimana bisa menjadi baik di balapan yang sulit. “Kami melihat di lomba pertama (sebelum dihentikan) dia sabar dan menunggu kesempatan, lebih dari balapan kedua,” ujar Suppo.

Singkat cerita, dari lomba di Assen, Suppo menilai Marc telah belajar banyak dari tahun lalu. Dan itu bukti seberapa hebatnya dia karena tidak mudah untuk melakukan perubahan itu. Rezki 

BACA JUGA 

MotoGP 2016 Jelang Sachsenring: Menghitung Peluang Rossi, Ulangan Drama 2006 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang: Marquez Lebih Main Otak Ketimbang Otot, Nyindir Rossi Nih? 

MotoGP 2016 Jelang Sachsenring: Stoner Ngaspal Lagi di Misano, Lanjut WDW 

MotoGP Assen 2016 Pasca Race: Lorenzo Menyindir Rossi Soal Point 

MotoGP 2016 Assen (Pasca Race): Miller Menang, Nasibnya di Honda Sama Saja

BAGIKAN