nhk

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang: Michelin Bawa Ban Depan dan Belakang Asimetris, Waduh Pembalap Kerja Keras Dong!

 

ManiakMotor – Michelin sebagai pemasok ban tunggal di MotoGP melakukan ‘gambling’ di Sachsenring, Jerman. Bayangkan, di trek yang bertipikal ketat dan berkelok-kelok (stop & go), perusahaan ban asal Perancis itu justru menantang akan keunikan itu. Mereka membawa ban depan berdesain asimetris (Asymmetric) dan ini pertama kali dipakai musim ini.

Pertimbangan mereka, barangkali lintasan ini dominan belok kiri sehingga berani menawarkan ban baru tersebut. Dengan jumlah tersebut, Michelin akan mengandalkan kompon terkeras di sisi kiri dibandingkan sebelah kanannya. Itu bukan harga mati, mereka juga menyediakan kompon lunak atau keras untuk sisi kiri dan kompon medium untuk jenis slick simetris depan.

Jika ban asimetris itu cuma dirancang untuk menkalukkan tikungan kekiri, sudah terpikirkan kah oleh Michelin tikungan kanannya. Sebab, di Sachsenring ada satu belokan ke kanan, tepatnya di tikungan 11 yang begitu cepat dan menakutkan bak “air terjun” menyeramkan. Makanya, Michelin memberi pilihan ada versi lunak dan keras serta kompon medium pada slick tadi.

Untuk menyelaraskan dengan ban depan, Michelin membawa ban belakang jenis slick yang bagian kiri (bahu) berdesain asimetris juga. Tujuannya, untuk mengatasi tikungan kiri yang cepat. Ban ini dipadu dengan sisi kanan yang sangat lembut tapi bisa cepat panas. Michelin juga menyediakan versi medium dan keras.

“Kami membawa desain asimetris ke Sachsenring ini lantaran adanya tuntutan dan tataletak dari sirkuit itu sendiri,” jelas Piero Taramasso, Manager Michelin Motorsport Group Roda Dua. Dengan belok kiri yang dominan, lanjutnya, teentu cepat menghasilkan panas. Dalaam pemikiran itu kami lantas membuat senyawa baru yang dirancang khusus.

Diakui oleh Piero, di sachsenring ini aakan menjadi pertama kali pihaknya menampilkan ban belakang asimetris, di mana kiri lebih sulit untuk mengatasi suhu tinggi dan juga menampilkan sisi kanan lembut tapi bisa cepat panas sebelum menuver ke kanan.

Tapi, ban baru ini bisa saja tidak terpakai diakibatkan kondisi cuaca. Menurut Piero, Sachsenring memiliki cuaca variabel, mirip dengan Assen. “Kami harus siap dengan kondisi itu,” sebutnya.

Yang pasti, para pembalap cukup disibukkan dengan adanya ban baru ini. Bila di FP1 dan kedua dimanfaatkan untuk mendapatkan setelan yang pas, jatah itu dipakai untuk merasakan kelebihan dan kekurangan di tikungan. Dan mencocokan dengan setelan motor. Rezki 

BACA JUGA 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang : Marquez Punya Tiga Modal Kuat Raih Kemenangan di Jerman 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang: Sirkuit Stop And Go, Ujian Akselerasi RC213V Dan Ratanya M1 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang: Skill Pedrosa Keluar Tikungan Mandek, Parah Dalam Karirnya 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang : Maquez Putuskan Terus Pakai Sasis 2014 Sampai Akhir Seri, Ini Negatifnya Sasis Baru

BAGIKAN