nhk

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang: Rossi dan Lorenzo Kritik Michelin Bawa Ban Asimetris, Utamakan Ban Basah

ManiakMotor – Niat Michelin membawa desain ban baru asimetris di MotoGP Jerman di Sachsenring mulai mendapat reaksi dari pembalap. Reaksi datang dari kedua pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Kolo The Doctor sudah bersuara, sebaiknya Michelin perlu mempertimbangkannya. Lantas, seperti apa tanggapan sang maestro motogp itu?

Rossi meminta pada Michelin lebih mengutamakan pengembangan pada ban basah. Nanti aja dulu itu model asimetris itu. Begitulah pintanya. Juara dunia MotoGP 7 kali itu menunjuk balapan di Assen sebagai percontohannya. Ia gagal memenangkan lomba – sempat start diulang – setelah terlempar dari motor di saat kondisi lintasan licin akibat diguyur hujan. Padahal, ia dalam kondisi memimpin lomba ketika start ulang.

Gagal mendulang poin di seri ke-8, berarti untuk ketiga kalinya mengontongi nilai nol musim ini. Setelah sebelumnya di Austin (Amerika) dan di kandang sendiri sirkuit Mugello (Italia) jebol mesin. Di Assen dan Austin disebabkan oleh ban depan. Bagian itulah yang maksud Rossi kudu dikembangkan.

Rossi kembali melanjutkan bercerita soal Assen. Bayangkan, sejak latihan bebas sampai balapan telah terjadi 39 kecelakaan. Dari jumlah itu, 14 insiden terjadi saat balapan dan terbanyaknya ketika lomba di start ulang yang tinggal menyisakan 12 lap. VR sendiri mengakui kegagalannya itu lantaran kesalahannya sendiri.

“Dengan ban basah, Michelin sekarang ini hendaknya seperti dengan ban belakang slick pada Maret lalu. Setelah itu, mereka bekerja dan aktif melakukan pengembangan pada roda depan. Sementara ban basah malah jadwaknya ditaruh di belakang,” keluh Rossi.

Michelin, menurut Rossi memiliki daya cengkeram yang tinggi di ban belakang dibandingkan depan. Kondisi ini sangat berlawanan dengan Bridgestone. “Ini mungkin banyaknya masukan dari kami kepada Michelin soal pengalaman dengan ban sebelumnya. Makanya daya cengkeram depan dikurangi oleh Michelin,” tutur VR yang penyebab dua jatuhnya disebabkan karet depan nggak bisa berpegangan pada lintasan.

Selain Rossi, rekan setimnya Lorenzo juga angkat bicara. ia punya pandangan serupa dengan Rossi. “Setelah enam atau tujuh tahun tidak ikut MotoGP, Michelin tidak mengetahui bagaimana tenaga dan bobot motor sekarang. Belum lagi masalah elektronik,” sebut Lorenzo yang menggiring lebih tekniks untuk dipikirkan Michelin.

Berbicara soal ban, pembalap Spanyol itu mengakui sampai sekarang ia belum menemukan ban yang tepat di setiap balapan. “Kadang-kadang mereka bisa melakukan dengan tepat, terkadang tidak. Saya berharap, dengan pengalaman mereka (Michelin) bisa mendapatkan ramuan yang benar lebih sering. Seperti yang telah saya tunjukan. Kalau aku bergiti merasakan tidak enak, pastik akan menjadi paling lambat,” tutup Lorenzo. Rezki 

BACA JUGA 

 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang: Sirkuit Stop And Go, Ujian Akselerasi RC213V Dan Ratanya M1 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang: Michelin Bawa Ban Depan dan Belakang Asimetris, Waduh Pembalap Kerja Keras Dong! 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang : Marquez Punya Tiga Modal Kuat Raih Kemenangan di Jerman 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang: Stoner Akan Transfer Ilmu Membawa Ducati Pada Lorenzo

BAGIKAN