nhk

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang: Rossi Terlalu Percaya Pada Motor Dan Dirinya, Kurang Eling Wospodo

 

ManiakMotor – Tahun ini Valentino Rossi pegang motor M1 yang berkinerja manjur. Itu dihitung dari dia meninggalkan Yamaha dan balik lagi pada 2013. Malah kemampuan M1-nya jauh lebih baik dari tahun lalu yang membuatnya hampir juara dunia. Itu diakui Rossi sendiri berkali-kali dengan paket ban Michelin, motornya sangat boleh diandalkan mengejar titel juara 2016.

Diakui lawan, kawan dan dirinya sendiri, M1 VR46 memiliki grip yang lebih baik. Tenaga M1-nya untuh sampai pada lintasan. Justru dengan keunggulan itu, Rossi menjadi kurang eling wospodo. Delapan kali penampilan tiga kali gagal mendapuk pundi. “Khusus di Assen memang kesalahan sendiri. Terlalu ingin kabur duluan,” papar Rossi yang jatuh di Assen pada tikungan 10 mengaku melakukan pengereman pada titik yang sama dari lap sebelumnya tapi lebih kencang 5 km/jam. Lupa balapan wet race.

Euporia punya keunggulan motor membawa Rossi menjadi serampangan kah? Silakan jawab sendiri! Padahal, Rossi sendiri yang mengingatkan, bahwa ban Michelin tahun ini memang asyik untuk dirinya. Tapi jangan sampai melakukan kesalahan sekecil apa pun dengan ban tersebut, terutama pada ban depan.

Nah, keduanya Rossi dibanting oleh ban depan di Amerika dan Assen kemarin. Itu ban depan tak mampu menahan  dorongan motor, sehingga kehilangan pegangan pada trek. Nggak terhitung di Mugello yang mesinnya over limit pada pembatas putaran mesinnya. Di Assen dan Mugello, Rossi punya kans besar berdiri di podium pertama. Pace-nya di dua sirkuit tersebut kencang. Lihat saja sebelum dia gagal. Minimum dapat lima point di sana. Tapi hasilnya malah tertinggal 42 poin dari pemimpin klasemen dan 18 angka dari Lorenzo.

Masuk ke Jerman memang di atas kertas milik Honda. Entah itu dari segi motor dan jokinya. Dari segi motor, Honda doyan di gigi-gigi rendah seperti ciri Sachsenring yang stop and go dan sudah dibuktikan lima penampilan lalu menjadi juara.  Dari segi joki, Marc Marquez dan Dani Pedrosa, doyan tiduran ke kiri dan Sachsenring dari 13 tikungannya 10 mengarah ke kiri. Sebab sirkuit tersebut anticlokwise alias berlawanan arah jarum jam.

Tapi itu tadi, M1 Rossi dibanding pegangan Jorge Lorenzo, tahun ini doyan juga di trek-trek lambat. Karena memiliki kelebihan grip tadi. Ya bukti dia juara di Jerez. Artinya bisa ada perlawanan dari Rossi dengan eling wospodo terhadap keadaan. “Seri masih banyak. Kesempatan masih terbuka, walau di klasemen sudah termasuk sulit. Dimulai dari GP Jerman ini untuk mengelolanya,” pungkas Rossi yang harus dirinya sendiri yang menegur permaiannya yang kelewat pede, kan kalau orang lain siapa berani atau lebih mahir dari dirinya?

Macam kata Rossi lawan yang paling berat dalam semua permainan adalah diri sendiri. Ito  

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang: Michelin Bawa Ban Depan dan Belakang Asimetris, Waduh Pembalap Kerja Keras Dong!

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang : Marquez Punya Tiga Modal Kuat Raih Kemenangan di Jerman

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang: Stoner Akan Transfer Ilmu Membawa Ducati Pada Lorenzo

MotoGP Jerman 2016 Jelang: Ducati, MotoGP Wadah Pengembangan Tekniks Motor Umum, Termasuk Winglet 

 

BAGIKAN