nhk

MotoGP Sachsenring 2016 : Rossi Membandel, Podium pun Hilang

ManiakMotor – Rossi…bego. Rossi…bodoh. Apa dia ngak belajar dari pengalaman sebelumnya? Begitulah umpatan dan rasa kecewa penggemarnya yang ditumpahkan melalui sosmed. Kesal, lantaran sang idola ‘membandel’ ketika kru pit menunjukkan ‘BOX’ saat lomba menyisakan 12 lap, pertanda ia harus masuk pit untuk ganti motor. Ternyata, instruksi itu tidak dihiraukan dan VR ngotot mengejar Andrea Dovizioso sebagai pemimpin lomba dengan ban basah, padahal racing line sebagian besar sudah mengering.

Marc Marquez  sudah lebih dulu ganti ban lantaran sadar posisinya sudah terpuruk di urutan ke-9. Dia t sempat ke luar lintasan karena menghindar jatuh tikungan akibat telat ngerem.  Ia ganti motor dengan kedua roda pakai ban setengah slick alias intermediate. Nekad, bisa juga sebab  baru racing line saja yang kering. Tapi hasilnya tokcer, Marquez lebih cepat 6 detik dari yang pakai wet tire.

Rossi sendiri baru lap 23 masuk ganti motor. Itu pun bukan inisiatifnya, justru mengekor Dovi, yang diikuti Cal Cruthhlow dan Hector Barbera. Sudah ganti motor telat, ketika ganti motor pun lambat, maka meninggalkan pit pun jadi ketinggalan juga. Harusnya ia di belakang Dovi, ini Cal dan Barbera berada di depannya.

Fatalnya,  kecepatan motornya tidak seganas balap di lintasan basah dan mengaku tidak punya feeling dengan motor. “Saya sangat, sangat lambat di lap pertama dan kehilangan 10 detik karena tidak merasa dengan motor dan ban,” bela Rossi. “Ya, ini memalukan karena saya pikir kita bisa bersaing di balapan kering, juga basah. Sayang, hujan berhenti dan menjadi kering.”

Rossi berhak membela diri. Tapi, ia lupa kenapa tidak cepat mengganti motor. Ini bukan kali pertama ia membuat kesalahan. Saat balapan di sirkuit Le Mans pun begitu. Tinggal 8 lap baru ganti motor. Jelas, paling tidak ia butuh tiga lap untuk adaptasi dengan motor dan memanaskan ban untuk menemukan irama lomba.

Keluhan Rossi motor tidak kencang saat ganti motor, boleh jadi salah dalam pemasangan ban. Dari pengalaman Jumat ketika roda depan pakai slick kompon lunak terasa keras. “Akhirnya, kami dan tim memutuskan pakai pasang intermediate pada roda depan. Saya tidak tahu apakah itu pilihan yang salah. Kalaupun pakai slick tentu akan sulit juga. Karena di lap pertama pasti belum menemukan irama,” beber Rossi.

Manajer Lorenzo, Wilco Zeelenberg menilai bahwa Marquez pakai ban slick depan dan belakang mungkin cocok dengan gaya balapnya yang keras. Sehingga, ia dengan mudah mengejar ketertinggalannya.

Dengan memenangkan seri ke-9 ini, Maarquez makin memantapkan posisi teratas sementaranya dengan 170 poin. Unggul 48 angka atas Jorge Lorenzo di tempat kedua yang dilomba ini finish ke-15 dan 59 angka sama Rossi. “Masih ada 9 seri balapan lagi dan sangat panjang. Kita coba bekerja lebih baik dan kompetitif,” janji Rossi yang usai lomba akan terbang ke Austria untuk tes privat.

Iya, tapi ingat Rossi lawan paling berat adalah diri sendiri. Rezki 

BACA JUGA 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang Race: Marquez Tetap Menghitung Pedrosa Dan Rossi 

Moto3 Sachsenring 2016 Race : Idham “Rain Master” Pawi Dari Malaysia Juara, Banyak Pembalap Terguling 

MotoGP Sachsenring 2016 Jelang Race: Tim Independen Sumringah Pulang Dari Jerman, Meski Gagal Total 

MotoGP 2016 Sachsenring (Jelang Race): Horor Buat Lorenzo, Ban Yang Disalahkan

BAGIKAN