nhk

MotoGP: Tambahan 2 Liter Bensin 2016, Celah Buat Pabrikan Memboroskan Bensin = Power

ManiakMotor – Hanya dua liter, namun epeknya besar pada mesin. Mesin balap kelas dunia pula  yang dikerjakan SDM canggih. Bahan bakar bisa diboroskan sama dengan bertambahnya tenaga. Ledakan ruang bakar membesar. Tentu lewat cetakan port in dan out agar volume gas membengkak di ruang silinder. Pabrikan nggak cerita, tapi di situlah intinya. Masak iya bertambah dua liter disalurkan ke rangka, tak mungkin, to.

Langkah ini tentu jadi pilihan logis buat tim pabrikan MotoGP pada Honda dan Yamaha. Logis juga para pengatur regulasi MotoGP dengan adanya ECU seragam lantas melonggarkan aturan kapasitas tangki bahan bakar, agar motor tetap laju. Tadinya, pabrikan hanya dijatah 20 liter, tapi pada kompetisi 2016 boleh pakai 22 liter. Dikasih kelonggaran untuk mencapai cerita di atas tadi.

Soal 2 liter ini pernah disinggung sikit-sikit oleh Marc Marquez (Honda) dan Jorge Lorenzo (Yamaha).  Keduanya menanggapi berbeda. Marquez mengaku RC213V edisi 2016 jadi liar pada putaran bawah oleh penggunaan ECU Magneti Martelli. “Kasar tenaga bawahnya dengan ECU 2016,” kata Marquez.

Marquez memang tak langsung tunjuk soal 2 liter bensin. Tapi ada kaitan, karena disebut RC213V yang digunakan saat test privat di Jerez sesuai  regulasi 2016. Tentu setelan mesinnya untuk 22 liter.  Soal mesinnya cenderung kuat di bawah, kan tinggal urusan pengembangan. Itu mah eces buat sekelas HRC untuk menggeser tenaga terlalu kuat di putaran bawah.  

Lorenzo juga bicara soal konstruksi tangki bahan bakar seperti M1 saat ini sampai ke buntut motor. Lorenzo bilang, M1 saat ditest di Valencia sudah menggunakan M1 sesuai aturan 2016, termasuk perubahan tangki bahan bakar tersebut. Bicara bensin kan bukan saja urusan tangki, tapi yang disuplai oleh tangki alias mesinnya.  Memang belum sepenuhnya kepegang oleh Lorenzo dan mekaniknya. Ya iyalah, kan baru test.  

Paling berapi-api bicara adalah Gigi Dall’Igna, GM Ducati Corse. Katanya, Ducati telah terbiasa dengan 22 liter yang tadinya 24 liter sesuai status Open Class. Pakai 22 liter sejak Ducati podium ganda di Qatar dan aturan pelonggaran bahan bakar  ditekan.  Artinya mesin GP15 korekan porting-portingnya sesuai volumetric tangki 22 liter untuk mengarungi jumlah lap setiap balapan. Jadi, “Tak perlu konsentrasi lagi pada mesin dengan penyesuaian 22 liter. Karena kami sudah mamakainya. Memang pesaing kami dapat meningkatkan kinerja mesin mereka dengan dua liter ekstra buat mereka,” kata Gigi.

Maksud dia sebagai pesaing tentu Honda dan Yamaha. Intinya, Gigi sudah tahu, Honda dan Yamaha akan memanfaatkan bertambahnya 2 liter diubah jadi tenaga. Energi tersebut celah untuk merekayasa M1 dan RC213V kembali di barisan depan. Ito

BACA JUGA

MotoGP Jelang 2016: Pengisian Bensin M1 Rossi/Lorenzo Di Buntut, Untuk Geometri Ban  

MotoGP Jelang 2016: ECU Baru M1 Rossi/Lorenzo, Engine Braking Kacau

MotoGP 2016: Marquez/Pedrosa Coba NSR500 Two Stroke, Enak Ternyata

MotoGP 2016: Lorenzo Ngekor Rossi Ke F1, Bantah Soal Keluyuran

MotoGP Jelang 2016: Rossi Kembali Beraksi, Dendam Diubah Semangat Berlatih

 

BAGIKAN