nhk

MotoGP: Target Ducati Dua Kali Menang 2016, Bukan Ambisius, Belum Tentu Lewat Stoner

 

ManiakMotor – Edisi 2015 Ducati muncul dengan GP15 yang diklaim handlingnya setara Honda dan Yamaha. Motor Eropa berkarakter Jepang. Ndak ada lagi istilah motor melebar dari racing line saat masuk dan keluar tikungan. Pokoknya bisa digas sama cepat dengan dua musuh Jepang itu di jalur yang sama.

GP15 yang dirombak Gigi Dall’Igna itu pun langsung bikin geleng kepala. Di seri pertama di Qatar semua janji Gigi seperti benar adanya. Di Losail, Andrea Dovizioso di Q2 merobek semua prediksi, dia dapat pole position. Saat lomba pun nyaris juara hanya dikalahkan Valentino Rossi dengan selisih 0.174detik. Di luar Qatar yang dekat finishnya ini, ada empat kali lagi Ducati posisi kedua. Sayang tak pernah ke-1.

Tapi itulah alasan CEO Ducati yang bernama Claudio Domenicali memancang target dua kali menang buat anak buahnya untuk 2016.  “Ducati sudah sangat dekat dengan juara seri pada 2015. Musim 2016 setidaknya ada dua kemenangan yang jadi target. Untuk itu perlu peningkatan, sebab persaiangan MotoGP sangat ketat,” kata Domenicali pada La Gazzetta dello Sport.

Kira-kira analisa si bos ini, masak sih tahun 2015 hampir nyaris juara, di 2016 nggak bisa juara sema sekali. Apalagi dengan aturan ECU seragam yang sebenarnya sudah digunakan Ducati di musim 2015 karena berstatus Open Class.

Di saat tim kuat Honda dan Yamaha masih raba-raba ECU itu, mereka sudah paham duluan. Memang Ducati kehilangan konsesi soal jumlah  mesin yang seperti 2015 mereka dijatah 12 unit engine per tahun. Tapi kan di seri pertama 2016 podo menggunakan mesin baru. Bolehlah berharap di Qatar bisa juara di saat tim kuat masih beradaptasi.   

Spekulasi Casey Stoner yang bergabung dengan Ducati dan yang membawa Ducati juara seri pada 2010 yang sampai sekarang belum pernah terjadi lagi, Domenicali malah ragu. Stoner yang dipasang sebagai tester dan  diperkirakan akan dapat wild card, katanya tidak dalam rencana Ducati. Alasannya apa bos? “Sebab Casey  belum pernah coba motor Ducati masa kini,” sebut Domenicali.

Itu kan baru katanya. Lagian masih ingin melihat potensi Stoner, apakah masih seperti dulu saat geber Ducati. Kalau kinerja Stoner ternyata lebih kinclong dari pembalap utama, nape tidak, untuk diterjunkan sekaligus. Ito

BACA JUGA

MotoGP: Rossi Kembali Latihan, Target 2016 Tetap Marquez Dan Lorenzo

MotoGP 2016: Valentino Rossi Kembali Terima Murid Baru Di Perguruan VR46 Riders Academy

MotoGP 2016: Masih Seperti di Foto Ini Kah Kemampuan Stoner?

MotoGP 2016: Lorenzo ‘Ikut Rossi Mulu’ Sudah Tak Terpancing, Berharap Stoner, ECU Katro

MotoGP 2016: Suzuki Sudah Pasang Full SSG, Makin Kencang Dong

BAGIKAN