nhk

MotoGP: Tokohnya Senang Bicara 2016 Balapan Gerbong Kereta, 2015 Masih Dia-Dia Juga

 

 

ManiakMotor – MotoGP tahun ini yang dominan masih empat pembalap yang panjenegan juga pasti tahu, dia-dia juga. Ya si Marc Marquez, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. Tapi tahun depan yang 2016 beda situasinya. Katanya untuk menuju podium, rombongan di depan akan banyak.

Nuansa lomba 2016 macam yang terjadi di Moto2 dan Moto3 atau istilahnya balapan seperti gerbong kereta. Urutan 1 – 10 bisa saja bergandeng dan nggak ketahuan siapa pemenangnya sampai lap terakhir. Amin… moga-moga begitu, karena sudah ada dua tokoh MotoGP yang memprediksinya. Yakni Jeremy Burgess mantan mekanik kakap yang pernah menangangi Rossi dan Harve Herve Poncharal si bos Yamaha Tech3 yang telah dua decade penghuni paddock MotoGP.

Alasannya sederhana  yakni soal regulasi MotoGP 2016 seragam menggunakan elektronik yang sama dan penggantian merek ban.  “Elektronik sama semua, modelnya  tidak tergantung dana siapa sanggup dapat riset elektrok canggih. Dengan begini, pambalap setelit pun punya kesempatan menang dan bahkan juara dunia,” jelas Poncharal yang sudah berangan-angan lebih dulu karena dia bos tim satelit.

Beda lagi dengan Burgess yang lebih condong persoalan ban tanpa mengabaikan seragamnya elektronik. Katanya tidak semua pembalap pas dengan setiap merek ban. “Ini sudah terjadi masa lalu, yang pakai merek tertentu sangat dominan sebelumnya, saat ganti merek jadi memble. Ini masih ditambah soal set-up elektronik terhadap ban itu sendiri,” jelas Burgess.

Kira-kira seperti Bridgestone sekarang yang dituding lebih cocok ke Honda ketimbang Yamaha. Beda lagi dengan Michelin yang sempat dicap  di zamannya lebih mementingkan Rossi. Dulu begitu, ketika Bridgestone dan Michelin masih dalam satu lintasan. Bahkan katanya, Michelin sanggup bikin ban khusus Rossi dalam sehari yang dipakai saat lomba. Kompon ban tersebut dicetak sesuai analisis suhu dari sesi latihan sampai QTT. Makanya muncul aturan jatah ban harus ditentukan sebelum lomba.   

Yang jelas keduanya memprediksi pada 2016 masa-masa berat buat pemain papan atas saat ini, termasuk tim pabrikannya. Ooo pantas Yamaha dan Honda yang paling ngotot ketika disodorkan penyeragaman elektronik. Maklum elektronik paling utama mengendalikan sensor-sensor motor bakar agar presisi mengirim waktu pengapian, mengirim sinyal suplai bahan bakar sampai melepas gas buang jangan sampai terbuang ke atmosfer dengan cuma-cuma, pokoknya semua jadi energi yang terukur. Termasuk yang namanya kontrol traksi dan sebagainya deh. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2015: Nakamoto Jeli Pada Performa Dua Marquez

MotoGP 2015: Poncharal Sebut, Marquez Seperti Rossi Di Masa Lalu

Marquez Dan Rossi, Tetap Pakai Rumus Pangkas Panjang Sirkuit Di MotoGP 2015

MotoGP: Kawasaki Diminta Serius, Aegerter Testernya Januari 2015 Ini     

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353