nhk

MotoPrix 2013; Isu Final Kejurnas Region…!

 

 

ManiakMotor – Memburu titel juara nasional MotoPrix (MP), itu dengan cara diadu para juara-juara antar region. Sayang event ini sudah menghilang sekitar bertahun-tahun berlalu. Apalagi saat ini juara regional tidak otomatis harus ke IndoPrix (IP). Tapi apakah perlu mengadu semua region lantas ada statusnya? Ya ini, makanya ditanya saat seri 3 Motoprix di GOR Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, 4-5 Mei kemarin.

Jawabannya sangat macam-macam, aneka warna yang ujung-ujungnya abu-abu, tapi belum jadi abu, juga belum Abu Nawas. Kebetulan saja ditanya pada pemerhati di region Jawa.  Saya rasa tidak perlu, kasihan pembalap luar region Jawa. Terutama teknologi. Saat difinalkan, prediksi lomba akan dikuasai pembalap Jawa, bukan karena skill, tapi teknologi,” tutur Bambang Kapten, Kepala Bidang Olahraga IMI Jatim yang pangkatnya sejak ketemu portal ini tetap kapten. Kapan Jendral, Kep..?

Kalau itu nggak perlu berarti ke IP dong. Tapi kan tidak semua pembalap maunya ke IP. Beberapa selalu dengan segudang alasan menghindari IP dan maunya di MP. Karena nantinya di IP jarang terima angpaw hadiah. Maklum, walau speksifikasi motor sama dengan MP1 dan MP2, atmosfir pertarungan lebih besar di IP. Gengsi IP gede, semua pabrikan ada di sana. Tunner papan atas Indonesia ngumpul di situ. Lha wong, pembalap yang diimpor dari Jepang saja susah payah sekadar start di IP kok.

Novi Ridlatama sebagai manajer tim asal Jawa Timur, Yamaha Yamalube NHK 3M FDR Ridlatama, punya pendapat sama dengan Kapten. Maksud Pak Novi, juara MP semestinya langsung fokus ke IP.  Jadi tidak perlu lagi mengumpulkan juara-juara region untuk dilombakan pada Final Region. Tapi tergantung suara yang lain juga,” kata Novi.

Masih abu-abu kan. Keuntungan final antarregion juga ada. Status juara nasional atau jagoan dari semua region bisa diperoleh. “Sisi positifnya, pembalap luar Jawa mampu mengukur kapasitasnya dengan pembalap Jawa, itu penting untuk pembalap profesional. Mekanik luar Jawa juga begitu, bisa belajar soal teknologi. Pembalap luar Jawa juga banyak di IP, tapi mereka ada di tim dan teknologinya dari Jawa,” sebut Ahmad Jayadi, mantan pembalap dan pemilik tim Daya Honda Jayadi KYT Showa FED asal Jakarta.

Jayadi menambahkan paling hanya faktor biaya, yang memberatkan babak final jika diadakan di Jawa. Yang namanya balap, dari dulu kan memang mahal. Itu bisa dibicarakan dengan pengda masing-masing dah. “Saya rasa perlu untuk pertaruhan gengsi antarregion, kalau memang itu terjadi. Itu saja tidak lebih, tapi tetap pembuktiannya di IP,” tambah Adi Yosman, dari Yamaha Yamalube TDR FDR NHK Yonk Jaya. Pembalapnya dari Makasar, Ricat Taroreh, dan baru tahun ini direkrut Yonk Jaya.

Berarti cukup IndoPrix kan. Padahal ada yang mau sponsor nih! Juga para petinggi PP IMI yang mengurusi balap motor mempersilakan spsonsor dan promotor bila ada yang berminat pada final region. Karena mereka sudah coba campur dengan IP hanya beberapa yang nongol. Itu pun hanya kelas pemula. “Sementara  juara-juara seeded region hanya beberapa yang hadir,” kata Bambang Gunardi dari Biro Olahraga Motor PP IMI.

Tuh siapa yang mau? Adib

BERITA TERKAIT

Road Race NHK Serang 2013, Lokal Banten 400 Starter, Brosit

Motoprix 2013 Malang, (Final MP2), M. Zaki Kesatu, Pakai Jalur QTT

Motoprix 2013 Malang Final MP1 (125 cc), Tiga Pembalap Bertarung Ketat, Fadhil Juaranya




BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353