nhk

Motoprix 2014; Jupiter Z 1 (MP) Ramuan Merit, ECU KXF 250 Limiter 16.000 RPM!

 

ManiakMotor – Langkah berani dari Yamaha Racing Indonesia. Bagaimana tidak, tidak dan iya, ya pun harus. Waduh. Ada 7 tim ‘dipaksa’ pakai  Jupiter Z-1 tarung di MP1 atau Bebek 125 cc 4-Tak Seeded  saat Motoprix region 2. Faktanya di Sentul International Karting Circuit (SKIC) 8-9 Maret lalu, kelas ini dilibas Honda. Memang,  di MP2 atau Bebek 110 cc Seeded pakai Jupiter  Z karbu masih mendominasi.  

Berani memang ada tujuan dan korbannya. Tujuannya, mekanik lokal mengerti yang namanya injeksi. Lagian, balap motor kan arena promosi merek. Lha yang dijual Yamaha sudah injeksi, harus mewakili juga di balap motornya.  “Janjinya kan harus njeksi di motorprix dan harus dimulai. Masih tahap awal. Lagian serinya panjang,” tutur Supriyanto, Manager Motosports Yamaha Indonesia.

Untuk itu Yamaha menyerahkan pada masing-masing mekanik untuk proses pengembangan  lanjutan. Di antara mekanik yang terus terang dan terang terus, karena pembalapnya Agus Setiawan yang paling terang saat di MP di Sentul, yang cerita banyak. Kalau cerita banyak, artinya banyak data yang bisa digali. Namanya Waskito Ngubaini alias Merit.

Merit yang tubuhnya irit itu yang membidani Yamaha RPM Yamalube NHK FDR AHRS SSS. Katanya inilah saat yang tepat untuk terus belajar seputar injeksi. “Jangan sampai ketinggalan. Jujur saja saya juga masih gagap,” kata Merit semberi bilang sudah ada dua bulanan dia berkutan dengan Z1 Racing yang basisnya buatan teknisi Jepang tersebut.

Misalnya, dia masih terheran-heran camshaft durasinya kecil, tapi tenaga yang diumpan rpm bisa sangat tinggi. Itu lantaran dipengaruhi bentuk ruang bakar dan alat-alatnya. Contoh lagi pakai throttle body dan injektor V-ixion, kabel bodi dan ECU dari KXF250 didukung magnet custom. Aslinya ECU KXF250 dari special engine tersebut boleh dipatok pada 16.000 rpm pada mesin asli KFX.

Jika jatuh di bebek, ya bisanya hanya bermain 14.000 rpm, ya tambah dikit jadi 14.500 rpm dah. “Pengenalan seperti ini yang harus didalami. Tapi untungnya yang namanya injeksi gampang disetting. Ya, karena di sana serba sensor. Sensor magnetnya saja banyak, jadi mudah disetel untuk mencapai yang presisi. Taoi bagaimana pun, mesin yang dikerjakan konvensional dulu yang kencang,” tutup Merit. 

Krekan mesin tetap utama. Ardel

BACA JUGA

MotoPrix 2014: Tunggu Gebrakan 7 Jupiter Z1 Racing

MotoPrix 2014 Sentul Seri 1 Region 2; Race MP1 Milik Dua Honda

MotoPrix 2014 Sentul Seri 1 Region 2: Agus Setiawan Jawara di MP2 Dengan Yamaha

 

BAGIKAN