nhk

MotoPrix 2014 Purwokerto; Kualifikasi Agus Vs Sulung, Honda Melawan! MP1 Time Tipis

 

 

 

ManiakMotor Duel tegang Agus Setyawan (Yamaha Yamalube RPM NHK FDR AHRS SSS Creampie MRT) dan Sulung Giwa (Putra Anugrah NHK KYB FDR SSS Excel Ardians). Keduanya berbagi pole potition pada kualifikasi  MP1 atau Underbone Tune-Up 125 cc Seeded dan MP2 (Underbone Tuneup 110 cc Seeded) pada Sabtu, 18 Oktober 2014 di sirkuit GOR Satria, Purwokerto, Jateng.

Agus pada latihan siang tadi masih sibuk cari-cari settingan. Namun justru mampu mengunci MP1 dengan 42.200 detik. Kualifikasi MP2, gantian Sulung mencetak 42.428 detik, catatan itu yang tercepat.

Macam dikabarkan sebelumnya bahwa Agus dan Sulung sama-sama berambisi menggandeng dua gelar sekaligus. Selisih poin keduanya ketat, Agus memimpin 9 point MP1 dan 1 point MP2. “Strateginya harus tenang. Ada beberapa titik yang jadi kuncian saya di Gor Satria,” kata Agus yang dipantau langsung oleh Roy Gusti Hariz, bos tim asal Medan itu.

QTT MP1 sangat rapat. Misalnya posisi 1 hingga 22 mencetak 42 detik semua. Di dalamnya ada  squad Honda dari  Willy Hammer – Aditya Pangestu (Astra Motor Racing Team Jogja), Diaz Kumoro Jati (Honda GCX Racing) dan Ardy Satya Sadarma (Hoda ASP Racing Team). Perhatian utamanya ada pada Blade Willy dan Diaz.

Ada apa gerangan? Signifikan bangat ubahan pada sudut klep, dibuat lebih landai dengan tujuan mempercepat aliran gas. Hasilnya adalah power yang padat,” sebut Mufliyanto atau akrab disapa Anto Fast Tech, kliker Blade Willy.

Tipikal lintasan GOR Satria yang stop and go memang harus punya tenaga padat dengan hitungan gigi rasio enteng. “Tak kalah penting setup sokbreker belakang Ohlins, pernya dibuat lebih keras disesuaikan beban Willy dan karakternya yang suka rolling ,” urai Antok lagi.

Pun begitu dengan Blade Diaz. Penta Wijaya selaku tunner menyebut perubahan signifikan pada head. “Model ruang bakar yang awalnya parabolik diganti bath tube. Model bak mandi ini kelebihannya squish bisa satu model ruang kepala slilnder. Juga teorinya, piston itu bukan bulat, tapi oval,” urai kliker senior asal Jogja itu seraya sebut piston dan knalpot SCK (Malaysia) tetap jadi andalan.

Kondisi berbeda dengan yang diceritakan Waskito Ngubaini alias Merit, kliker RPM dan Heru KT mekanik Putra Anugerah,Tak ada ubahan signifikan, spek persis dengan data YCR disini. Cuma semua suku cadang digunakan diukur presisi dengan ketelitian ekstra. Karena ini seri terakhir penentuan,”sebut Merit sembari diangguki si Heru. Ardel   

BACA JUGA

Hasil MotoPrix Purwokerto, Jateng, 18 – 19 Oktober 2014

MotoPrix 2014 Purwokerto: Seri Pamungkas Diikuti 190 Starter, Meriah..!

MotoPrix 2014 Purwokerto (Jelang); Agus Vs Sulung, Hanya Beda Satu Point Di Seri Akhir!

BAGIKAN