nhk

MotoPrix 2016; HWS, GDT Vs MBKW2 Vs MRT, Buka-Bukaan Teknik Kelebihan Bebek 150 cc

 

 

 

ManiakMotor– Ini yang menarik! Harapan MotoPrix (MP) 2016 tak melulu dikuasai Yamaha. Kelihatannya begitu, karena  lomba  belum berjalan. Masih harapan dengan tanda tangan kontrak (2/2) Tri Jaya Racing yang digawangi mekanik potensial Hariz Shakti ‘Mlethiz’ Wibowo (MBKW2)  bersama Honda. Juga pindahnya Waskito Ngubaini alias Merit (MRT) ke pabrikan Suzuki. Mlethiz dan Merit adalah tunner papan atas Indonesia, kini saatnya membuktikan kapasitas mereka.

Ditinggal Mlethiz dan Merit, bukan berarti Yamaha ‘lumpuh’. Masih ada Hawadis dari TJM yang tak boleh dipandang enteng. Juga pemacu oleh Widya Krida Laksana alias Gendut (GDT) sebagai salah satu ‘ujung tombak’ squad garputala, “MX King dan Z1 untuk 2016 telah siap. Kali ini punya tantangan lebih, khusus MX King progress risetnya mulai tampak sejak event Sidrap lalu,”ujar Gendut punggawa GDT. “MX-King saya malah juara nasional tahun lalu di Kejurnas Balap Moto 150 cc,” singkat Hawadis.

Gendut yang bernaung di Yamaha Bahtera Racing itu punya spesial komponen lokal. Ambil contoh throttle body (TB) MX King untuk Z1. Selain TB, juga ECU aRacer, “Tujuannya mapping menjadi lebih variatif dan detil. Kalau ECU Jepang dibatasi dengan berbagai hal. Hanya mapping plus-minus,” komen  GDT.

Saat sama, Mlethiz juga optimis dengan mainan barunya. Dasar injeksi Mlethiz tak diragukan, tinggal tanya part racing pendukung. Bahkan, Melthiz berani ‘jamin’ Sonic korekannya tak akan pakai mesin CB150R dengan rangka Sonic 150R. Hehe..Untuk itu, Mlethiz  siap putar otak dan peras keringat demi jaga gengsi.

Sebelum tanda tangan kontrak telah nongol Honda Sonic 150R di markas MBKW2 kawasan Berbah, Sleman, Jogja. Pertanda, siap tempur meski belum banyak yang bisa diceritakan Mlethiz.  Kabarnya Mlethiz siap menggandeng SND Racing dalam risetnya. “Satu poros pada kinerja DOHC di Sonic 150R itu adalah nilai lebih. Namun memang pada gigi timing camshaft perlu dibubut untuk membuatkan adaptor hingga kerja noken as optimal,” ujar  Mlethiz memberi gambaran.

Lalu bagaimana dengan Merit? Sama halnya dengan Mlethiz, Merit juga sudah mendatangkan dan meriset Suzuki FU (Injeksi). Memang oleh pihak  pabrikan Suzuki Indomobil Sales (SIS) soal formasi tim Indoprix (ataupun disebut IRRC 2016) dan Kejurnas Motorprix 2016. “Tahap awal mempelajari part dan konstruksi mesin. Rencananya  akan dibangun untuk spek MP1 (150 cc),” ujar Merit MRT yang bermarkas di Solo Baru.

Diakui MRT, bahwa spek dasar Satria F150 injeksi yang diklaimnya sebagai sebuah kelebihan dibanding pesaing di kategori 150 cc. “Lihat saja,  throttle-body  32 mm. Artinya, terbesar diantara pesaing, juga bawaan diameter klep masuk dan buang sudah 24/21 mm.  Bisa tuh dioptimalkan hingga 25,5 mm. Kalau kudabesi lain tidak bisa, paling seputar 23-24 mm. Termasuk kruk-as model lonjong pada F150 injeksi yang dapat membantu torsi lebih baik,” tambah Merit MRT yang berencana aplikasi ECU Vortex.

Mantap euy! Ardel

BACA JUGA

Baca Ini Kalau Road Race Indonesia Mau Ramai Lagi (1), Regulasi Tak Tahu Diri..!

Road Race: Usulan Perubahan Peraturan Balap Motor 2016, Ada Yang Punya Usul???

Program AHM Paling Siap Di Balap Motor, Karenanya Yudhistira Mementalkan Diri Dari Honda

Road Race 2016: Tim Besar Yamaha, Jadi Honda Trijaya, Mlethiz Gantikan Posisi Benny Djati???


 

BAGIKAN