nhk

MotoPrix 2016: Semangat Bebek 150 Dengan Suzuki FU, Yamaha MX-King Dan Honda Sonic 150R, Wajib Injeksi?

 

 

ManiakMotor – Sidrap Prix lalu, bisa jadi pemetaan MotoPrix (MP) musim 2016. Utamanya di kelas baru bebek 150 cc. Tiga wakil pabrikan hadir di sana, Sonic 150R, MX King dan FU. Apalagi dengar-dengar Astra Honda Motor (AHM) pada 2016 ini hanya akan bermain di kelas 150 cc. Di bawahnya mereka ogah, entah apa alasannya belum ada jawaban, karena masih isu juga. Yang jelas, Bebek 150 jadi mainan baru mereka, karena diraba punya kans.

Di trek dadakan seperti MP alias motoprix, jelas kelas 150 cc ini paling besar kapasitasnya. Semakin besar kan semakin menarik. Apa pasal? Lho malah bertanya! Pasalnya, kian besar kapasitas ditambah dengan korek-korekannya, tuntutan skill dari pembalapnya juga kian tinggi. Kan membawa tenaga yang juga membesar.

Penentu lainnya regulasi. Memang pada saat ini masih dalam wacana, kan Rakernasnya masih dalam beberapa minggu mendatang. Satu hal yang perlu dicermati wajib injeksi atau masih belang.  Disebut belang, injeksi bisa, nggak pun silakan ikut.

Salah satu peserta yakni Suzuki FU belum injeksi, walau isu beredar versi injeksinya akan dijual. Kalau pun dijual mereka akan ketinggalan, kan baru belakangan. “Yang kami kontrak wajib injeksi. Termasuk untuk kelas 150 nanti,” tegas Supriyanto Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Diwakili Suroto, Manager ART Jogja alias Honda, “Untuk 150, MP1 dan MP2 okelah injeksi karena memang sudah jalan. Rata-rata yang  bermain di kelas itu adalah tim yang disupport pabrikan. Pabrikan sendiri memang mewajibkan timnya  untuk pakai injeksi,” ujar Suroto yang yakin untuk kelas 150 dari pihak Honda sudah injeksi, karena dijual sudah begitu.   

Misi pabrikan memang berpromo dengan produksi mereka yang telah injeksi. Lalu bagaimana dengan privateer? Dana terbatas, tapi merekalah yang menghidupkan balap, “Kalau MP3 – MP6 sebaiknya jangan dulu diwajibkan. Itu kelas banyak perorangan,” sambung Suroto.  “Ya itu dia! Kalau aku justru khawatir, perang antar ATPM, tapi privateeryang jadi korban,” timpal Rudi Hadinata, bos Yamaha Tri Jaya yang jelas-jelas dikontrak pabrikan tapi masih memerhatikan perorangan.  Itu tadi, sebab perorangan yang bikin meriah peserta.

Masih kata Rudi, secara logika privateer harus bikin motor baru dan keluar dana lagi. “Perlu diingat, kasihan pembalap luar Jawa, kebanyakan dari mereka privateer. Lihat saja saat ini, peserta road race berkurang, lantaran sudah tak sanggup kejar teknologi, nah mereka itu dari privateer,” wanti Rudi seraya mengungkapkan dana minimal yang dibutuhkan membangun injeksi  Rp 50 juta.  Itu dana awal lho.

Jadi, gimana nih? Kalau yang Bebek 150 wajib injeksi, pastilah Suzuki yang nggak siap, lha wong motornya belum ada? Sarannya sih yang IndoPrix atau Kejurnas Balap Motor  yang wajib injeksi dulu yang memang telah injeksi ketika dijual pabrikan.  “Regulasi sebenarnya punya siasat tersendiri antara injeksi dan karbu. Tapu kita lihat saja nanti keputusannya,” kata Raymond Gunawan, komisi teknik PP IMI saat jumpa di sirkuit Puncak Mario, Sidrap, Sulsel lalu. Ardel

BACA JUGA

Drag Bike-MotoPrix 2016 SART IKM 4B (Banjarmasin): Pakai GTX dan RR, Larinya Macam ‘Hantu’!

MotoPrix: VSC Old N New Year Nite Race 2016, Sejarahnya Kelas Pembibitan!

MotoPrix-YCR-YSR-KBM 2016; Yamaha Bahtera Racing, Tim Andalan Garputala

Drag Bike-MotoPrix 2016; Simple Concept (SC) Kopi Ole, Gass Terus..!

MotoPrix (MP) 2015; FDR Sampai Ke Sulawesi, Antar Juara Nasional MP1

BAGIKAN