nhk

Motoprix Purwokerto 2018: Final MP2 Duel Mantan Satu Tim, Masih Jupiter Z1..!!

Hammer boleh main ban

ManiakMotor – Menaklukan sirkuit yang jalurnya ban dan karung butuh feeling khusus. Ilmu ketangkasan yang podium pasti sudah spesial. Apa itu? Ya jurus pasar senggol di trek dadakan. Seperti di ronde pertama FDR NHK SSS RCB MotoPrix di Gor Satria Purwokerto, Jateng pada Minggu 1 April 2018.

Kental sekali pada juara pertama dan kedua saat final MP2 atau Bebek 4T TU 125 Seeded. Duel maut mantan satu tim tahun lalu di Yamaha Bahtera, yakni Wilman Hammer yang tetap dengan Bahtera dan Dicky Ersa sekarang di Astra Motor. “Dari segi teknik keduanya masih membawa cara-cara Deddy Permadi. Kan kedua bekas arahannya,” kata Robert Chong yang datang atas bisnis Pirelli.

Mantap ditonton naluri Wilman dan Dicky mematok jalur yang lebih cepat disebut racing line. Seperti diperintah saat menipis pada jejeran ban dan karung sebagai pembatas, dengkul keduanya seperti ada mata. Harusnya saat itu sliding pad  bersentuhan dengan lintasan agar posisi miring dan stabil, tapi kudu menghidar dari dari jebakan ban dan karung.

Keduanya battle sejak awal start, Dicky start dari grid kedua langsung ambil alih pimpinan. Di pertengahan lap dari 25 lap yang dijalankan, Wilman mulai ‘bertengkar’ dengan Dicky pakai jurus yang diceritakan di atas. “Memang dengkul harus tetap waspada agar tidak menyengglol ban. Itu otomatis. Maksudnya sudah di bawah alam sadar,” kata Willy dan Hammer eh Dicky.

Kembali pada pertarungan. Menurut pengakuan Willy, selain feeling tadi dia bisa menjalankan Jupiter Z1-nya konsisten sepanjang lomba. Sehingga mampu menangkap ekor Dicky. Wilman gemilang ke podium pertama MP2 dan akhirnya bikin gap 0.831 detik dari pembalap posisi kedua.

Dicky juga cerita masih memaksimalkan tunggangannya tahun ini. Eh maksud dia, karakter tetap berbeda. Ada cara yang seharusnya bisa langsung tajam ke tikungan, dengan motor beda merek tahun ini, harus pakai rolling.

Sementara itu Fitriansyah Kete yang catatkan fastest lap saat lomba 47.501 detik pada lap ke 5, harus finish ke-13. “Sayang mas motor bermasalah. Kejadiannya saat saya akan mendekatkan diri di barisan depan bersama Dicky ersa dan Wilman,” sesal Kete yang kalau ditanya soal pasar senggol juga sudah lumutan.

Jadinya yang podium pasti jagoan mematok ban dan karung, bukan kerb seperti di sirkuit permanen. Panjul

BACA JUGA

Hasil MotoPrix Purwokerto, Jateng 31 Maret – 1 April 2018

BAGIKAN