nhk

MotoPrix Region 2, Sampai Seri Berapa, Masbro..?


ManiakMotor – Perjalanan serial Motoprix  Region 2 (Jawa) pada 2012 berliku, cadas yang bukan metal. Terutama  menyangkut sponsor dan ‘teman-temannya’. Entah salah racing-line pada 2012 ini, NHK ternyata sebagai logo. Logo ini harus dibawa ke semua event regional atau MP, ingat ya bukan kejurnas.

Sorry, protal ini hanya membahas Jawa, karena di depan mata. Masih ingat kan di seri 3 di Sentul Kecil. Sampai hari pelaksanaan tidak jelas logo siapa yang akan diterbitkan. “DKI sebelumnya telah bekerjasama dengan KYT,  nah kalau tiba-tiba ganti merek, kan repot,” jelas Herman Gunardi selaku promotor di seri-3 tersebut ‘yang terpaksa’ menggerek umbul-umbul dan spanduk NHK.  

Di seri selanjutnya di Kenjeran hampir sama. Status eventnya nyaris dicabut sebagai MP Jawa.   Karena promotor penyelenggara, sebelumnya telah ikat kontrak dengan yang lain hati. “Makanya selanjutnya saya lepas tangan. Karena masalah sponsor yang berbeda,” kilah Helmy Sungkar yang berbendera Trendypromo Mandira (TM) yang  akhirnya melepaskan seri-seri selanjutnya pada promotor lain.

Kemarin seri 7 yang bertajuk MotoPrix NHK FDR Region 2 di sirkuit Gery Mang, Subang, Jawa Barat,  7 Oktober 2012 itu hanya estafet dari TM.  Terus, Kapota Motorsport yang menerimanya.  “Saya dapat amanah melaksanakan seri 5 dan 7 ini,” kata Haris Tomy, mentor Kapota yang bekerja borongan sekaligus pimpinan lomba.

Ya, tidak boleh meminta lebih, karena Kapota tidak punya rencana jauh-jauh sebagai penyelenggara MP. Bila hanya 2.000 karcis terjual, ya, begitulah. Mungkin umbul-umbul lebih banyak dari jumlah penonton. Padahal, penonton menjadi interaksi utama dengan sponsor di MP. Ingat, kelebihan motoprix berhubungan dengan masyarakat langsung. Masyarakat,  ya penonton yang datang ke sirkuit itu.  Maklum tidak ada siaran langsung televisi.  

Soal penonton ini langsung dinetralkan Johanes Cokrodiharjo, Direktur Marketing  PT. Danapersadaraya Motor Industry (DMI)produsen  NHK. Katanya, dalam kunjunghannya ke semua region, jumlah penonton memang turun. “Hanya daerah tertentu yang lumayan. Tapi perbandingannya jauh. Lebih banyaknya kurang penonton. Padahal, target pnonton adalah target sponsor,” sebut Johanes yang mungkin dia blum tahu di Kemayon, penonton MP pernah tembus 15.000. Terus kalau di Subang adalah langganan sekelas tarkam bisa di atas 5.000 penonton. Mungkin itu dulu kalee ya…

 Sekali lagi hanya melihat yang di Jawa. Setiap seri berimbas pada standar dari event tersebut, tiap promotor tentu punya standart sendiri, “Yang saya khawatirkan tidak adanya keseragaman standar ke depan,” ungkap Riza, Kepala Marketing FDR juga yang ikut mendanai MP di Jawa dan MP-MP lainnya di Indonesia.

Bila sebelumnya dan jauh hari MP di Jawa hanya memutar kelas wajib, kali ini berjejer kelas tambahan.  Namanya kelas tambahan, berarti tambahan juga buat panitia. “Jeda waktu dari race 2 MP1 ke race 2 MP2 sangat dekat. Sangat menguras stamina,” kata Andy Permana dari tim Yamaha Yamalube KYT 3M Ridlatama. “Saya malah lebih bertanya-tanya, apa betul MP Jawa ini ada 9 seri, karena sampai saat ini tidak ada kejelasan. Ini penting untuk mengatur rencana tim?” kata Rudy Hadinata, bos Yamaha Trijaya FDR.

Hayo ada yang bisa jawab, masbro?  Adit,Ardel

BERITA TERKAIT:

MotoPrix Subang, Spintas Tentang Regional

MotoPrix Jogja, Magnet Pasar Senggol

Motoprix Kenjeran, Pemula Tamat Di Region

BAGIKAN