nhk

MotoPrix Serang 2013; Oktan Pertamax Plus Stabil, Avgas Ngaco..?

 

ManiakMotor – Avgas aslinya oktannya tinggi. Kompresi bisa didongrak dibanding Pertamax Plus (PP). Misalnya, PP mentok pada kompresi 13.2:1, Avgas jauh di atasnya. Tetapi ada tapinya, Research Octane Number (RON) avgas tidak stabil. Banyak terkontaminasi kadar air, asam dan tinggal kadar gula yang nggak ada. Maklum, avgas tidak dijual umum. Yang digunakan sebagai racing fuel  di motor balap Indonesia avgas basi, bekas kurasan tangki  pesawat.  Mencarinya juga nggak stabil sama dengan labil dan mustahil, mungkin lebih mudah beli narkoba. Itu mungkin, nggak pasti.

PP adalah bahan bakar higienis, macam makanan, karena selalu segar dari kilang minyak Pertamina. Berarti juga mampu menjaga stamina mesin balap bebek, bebek bermesin balap, balap bermesin bebek atau bebek goreng, pokoknya tinggal dibalik-balik saja. “Pertamina akan menyuplai khusus pada balap motor Indonesia. Mereka akan mensurvei di IndoPrix seri pertama di Sentul Kecil, 17 Maret 2013 ini. Artinya, MotoPrix (MP) pada 2014 juga akan mendapat perlakuan sama. Intinya, dari kestabilan mencari dan kesehatan mesin ini, munculah regulasi bahan bakar,” kata Bambang Gunadri, Kepala Biro Olahraga Motor PP IMI.

IP sudah bulat  pakai PP 2013. Sebaliknya, di seri pertama MP Region Jawa 3 di Serang, Banten, 10 Maret kemarin, masih simpang siur. Sebagian peserta mengira akan diterapkan aturan penggunaan PP. Sebagian lagi, tahu aturan itu baru akan berlaku di IP. Alhasil yang belum ada hasil,  terjadilah pembuktian PP vs avgas. Hasilnya, malah PP yang menang di MP1 dan MP2 di kelas seeded tersebut. Nah, baca terus yang the winner pakai PP.

Andy Maskur atau akrab disapa Plonteng, bukannya penghuni loteng. Dia pawang Yamaha IRM PJM FDR NHK yang membuktikan PP bisa bercerita. Ya ceritanya Jupiter Z yang dikoreknya dengan hanya  menurunkan kompresi dan menyetel ulang pengapian bisa di depan. “Kompresi 12,5:1 pakai PP, kalau avgas bisa di atas 13,2 perbandingannya,” cuap Plonteng pada tim yang bermarkas di Jakarta itu.

Plonteng yang menggeser kompresi di bawah 13:1 memang luar biasa. Pakai premium pun, bisa dengan perbandingan segitu. Toh yang namanya ledakan kompresi, juga berkaitan dengan waktu pengapian. Sayang Plonteng keberatan bicara apinya. Yang pasti, pakai setelan itu pembalapnya Teguh Nugroho kampiun di MP12 (110 cc seeded) dan Bobby Anasis di MP1 (125 cc seeded).  Itu terlepas Bobby dapat ‘muntahan’ dari jatuhnya Sulung Giwa yang memacu Jupiter Z disiram avahas. Fakta lain dari  hasil QTT MP1 yang digocek oleh Mariasan Kocex lewat Jupiter Z milik Kawahara Racing yang pakai PP.

Kompresi memang harus menyesesuaikan terhadap perubahan oktan. Melekul oktan atau nomornya semakin tinggi, justru bahan bakarnya terlambat terbakar ketimbang oktan rendah. Makanya butuh dipampatkan sekuatnya agar ‘hancur’ dan mudah disamber api. Efek pada mesin, reaksi piston dengan cepat ditendang balik ke TMA, hasilnya tenaga yang reaktif. Sebaliknya semakin rendah oktan, kompresi juga diturunkan, agar bahan bakar tidak keburu hancur duluan. Jika tidak, akan terjadi pembakaran dini yang sering didengar dengan istilah knocking atau tertawa yang digelitikin. Yang benar, ngelitik bro.

Di pemula, Eko Febrianto yang mengilik Jupiter Z yang dipakai Doohan Akbaruzaman dari Yamaha Warid mengisi tangki bahan bakar dengan PP. “Langsung ubah kompresi. Sekarang 12,8:1 pengapian tetap 36o,” kata Eko. Menurutnya dengan setelan macam itu, pembalapnya dituntut gantung diri, eh rpm. Kompresi rendah, power pada putaran bawahnya lembut.

Memang cuma di situ perbedaannya.  Turunnya kompresi akan mengorbankan tarekan awal. Toh, atasnya akan dapat. Dan makin dapat lagi bila terus dirisset. “Belum tentu dengan oktan rendah kecepatan turun. Oktan rendah otomatis kompresi turun, hasilnya  daya tahan mesin panjang. Top-nya akan  ‘jalan’ dibanding kompresi tinggi. Makanya,  pembalap harus bisa bawa mesin seperti ini, tenaga bawahnya kurang,” kata Songa yang di Serang mengawal pembalap pemula. Tahun lalu dia mekanik IP. Eh, ngomong-ngomong ke mana tuh tim lu, Song? Kok nggak kelihatan kumisnya?

Ahmad Jayadi, bos Daya Honda KYT Showa, sebulan lalu berkutat menyetel PP. Katanya, penggunaan PP sudah tepat. Terutama oktannya tidak mengira-kira. “Avgas itu tidak jelas oktannya, aslinya sih 102. Tapi siapa penjaminnya angkanya segitu. Silakan tes di lab setiap beli avgas pada waktu dan tempat berbeda, saya jamin nilai oktannya tidak akan sama. PP tidak akan jauh dari 95. Juga mudah didapat, karena memang dijual umum, kapan pun dan jam berapapun bisa beli, coba avgas?” pungkas Jayadi sambil bertanya.

Kira-kira Di… Adit   

BERITA TERKAIT:

Hasil Semua Sesi MotoPrix Serang, 9 – 10 Maret 2013

Regulasi Oktan 95 (Pertamax Plus) IndoPrix 2013, Yamaha Protes Keras..! Aturan Jalan Terus..?

IndoPrix 2013; Paling Tinggi Oktan 95

MotoPrix Serang 2013; QTT Pakai Transponder, Ada Penyisihan Lagi..??????

MotoPrix Serang 2013; Final MP1 (125 Cc Seeded), Juaranya Bobby Anasis

MotoPrix Serang 2013; Final MP2 (110 Cc Sedeed), Teguh Memang Teguh

MotoPrix Serang 2013; KIS Nasional Lancar Jaya..!!

MotoPrix Serang, Setting Sokbreker Depan Pasar Senggol



BAGIKAN