nhk

MotoPrix Serang 2013; QTT Pakai Transponder, Ada Penyisihan Lagi..??????

 

ManiakMotor – Pakem aturan MotoPrix  2013 memang berubah dari 2012. Tahun ini seeded yang membalap di MP1 dan MP2 hanya wajib menjalankan satu race. Tetapi dalam aturan itu tidak disebut soal babak penyisihan sanmbil lomba bila kelebihan peserta. Karena dalam aturan 2013 juga diwajibkan semua MP di enam region menggunakan transponder, termasuk QTT pakai alat ini. Berarti QTT untuk grid telah melakukan penyisihan yang terukur.

Tapi tidak begitu arti QTT di seri pertama MotoPrix (MP) 2013 Region Jawa di sirkuit Maulana Yusuf, 9 – 10 Maret 2013. MP1 dan MP1  setelah QTT, ada lagi QTT versi yang dilepas sembari lomba yang katanya babak penyisihan yang dibagi dua grup. Padahal, maksud QTT alias qualifying time trial juga bagian dari penyisihan.  Di benua mana pun, qualifying dalam bahasa Indonesia adalah kualifikasi, arti lainnya adalah penyisihan. Sekali lagi, penyisihan…

Lebih dekat lagi pada balap motor, seseorang (pembalap) yang punya keahlian, itu arti kualifikasi. Seseorang dalam QTT yang telah menyisihkan (penyisihan) terhadap yang lain dengan keahliannya. Bahkan lebih bisa dipercaya dengan alat waktu terukur yang akurasinya  seperseribu detik yang kita sebut transponder.

Bila sudah melakukan QTT ada lagi penyisihan lain, sebenarnya telah melakukan berulang-ulang penyisihan.  “QTT pakai transponder itu mutlak, dipakai untuk menggugurkan urutan di belakang yang tidak muat dalam grid,” kata Ahmad Jayadi, pemimpin  Daya Honda Jayadi Racing KYT yang pembalapnya mantap di QTT tapi disingkirkan penyisihan yang dilombakan dan harus ada pemenang. Bukan kualifikasi solo race atau balap sendiri-sendiri dalam arti QTT yang sebenarnya di balap motor.  Bukan hanya tim Jayadi yang pembalapnya gagal, bahkan Yamaha Yonk Jaya yang tim superbesar juga tersingkir. Atau juga Juni AS, pembalap andalan Honda di MP.

Tomy Haris selaku pimpinan perlombaan yang punya wewenang dalam semua race MP di Serang in.  “Dibikin penyisihan lombha untuk mensiasati jumlah starter di kelas seeded (MP1 & MP2) yang 40 starter. Maka itu dibuat dua grup dan diambil 12 besar tiap penyisihan, hingga ada 24 pembalap yang maju ke final,” kata Tommy.

Paling mudah sih melihat IndoPrix (IP). Walau pesertanya membludak seperti tahun lalu, patokannya adalah QTT pakai transponder.  Nggak muat di sirkuit dari hasil QTT, ya risiko.  “Saya tidak keberatan dengan 1 race. Tetapi, penyisiahan ini risikonya besar bagi pembalap yang kuat. Kalau jatuh dan sebagainya ya sudah tidak bisa apa-apa. Tapi tetap saja aturan harus dijalankan,” tukas Novi Endaryono, pemilik tim Yamaha Yamalube NHK 3M FDR Ridlatama RT yang pembalapnya, Fatrin HK gugur di MP1 dan MP2 karena finish di luar 12 besar.

Belakangan muncul argumen lain, bahwa model yang diterapkan di Serang ini adalah, atas kesepakatan bersama. Berarti regulasinya musyawarah dan mupakat, dong. Hehehe, ada juga regulasi begitu di balap motor, ya?  “Ya, dibuat begitu atas dasar hasil musyawarah dengan tim,” tambah Tommy. “Tim merasa keberatan jika langsung diambil 24 pembalap tercepat dari 40 pembalap,” dukung Muhammad Taufik yang di event ini bertindak sebagai juri lomba.

Kembali pada ketegasan dan pemahaman arti QTT sebernanya bagi petugas di lapangan. Itu saja.  Maklum, MP sudah bukan lagi tarkam, tetapi profesional. Adit

 BERITA TERKAIT

Hasil Semua Sesi MotoPrix Serang, 9 – 10 Maret 2013

MotoPrix Serang 2013; Final MP1 (125 Cc Seeded), Juaranya Bobby Anasis

MotoPrix Serang 2013; Final MP2 (110 Cc Sedeed), Teguh Memang Teguh

MotoPrix Serang 2013; KIS Nasional Lancar Jaya..!!

MotoPrix Serang, Setting Sokbreker Depan Pasar Senggol

MotoPrix Serang 2013; QTT MP2 (110 cc seeded), Kagetan Mariasan Kocek

MotoPrix Serang; QTT MP1 (125 cc Seeded), Milik Sulung Giwa

MotoPrix Serang, Tikungan R6 Khas Pasar Senggol

Jelang Seri-1 MotoPrix Banten, Road Race Tradisional

MotoPrix 2013, Sepintas Tentang Regional

Jelang MotoPrix Region Jawa Di Serang, Seragam Baru

 

 

 

 

BAGIKAN